TMMD Sragen Gelar Penyuluhan Pencegahan Stunting bagi Warga Desa Kroyo

  • 08 Mei 2026 11:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Kodim 0725/Sragen bekerja sama dengan RSUD dr. Soehardi Prijonegoro menyelenggarakan penyuluhan pencegahan stunting bagi warga Desa Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik program TMMD Reguler ke-128 yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026.

Penyuluhan yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Kroyo ini menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan warga yang memiliki balita. Selain itu, sejumlah kader Posyandu setempat turut hadir untuk memperdalam pemahaman mengenai edukasi gizi bagi masyarakat.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah dokter spesialis anak RSUD dr. Soehardi Prijonegoro, dr. Putri Nilla Shanty, Sp.A. Ia memaparkan materi komprehensif mulai dari definisi stunting hingga dampak jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.

Putri menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak yang berada di bawah standar rata-rata. Kondisi ini juga sangat berpengaruh pada perkembangan otak, kekuatan daya tahan tubuh, serta kualitas hidup anak di masa depan.

"Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Ibu hamil wajib menjaga asupan gizi dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan," ujar Putri.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan nutrisi terbaik setelah bayi lahir ke dunia. Hal ini mencakup pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif serta Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi seimbang.

"Pastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif dan MP-ASI yang bergizi sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan mereka," kata Putri.

Lebih lanjut, Putri menekankan bahwa faktor lingkungan dan sanitasi juga memegang peranan vital dalam mencegah gangguan pertumbuhan. Kebersihan yang buruk dapat memicu infeksi berulang yang menghambat penyerapan gizi pada tubuh balita.

"Anak yang sering mengalami infeksi seperti diare dan ISPA berisiko mengalami gangguan pertumbuhan jika tidak ditangani dengan tepat," ucap Putri.

Melalui program TMMD non-fisik ini, Kodim 0725/Sragen berupaya menekan angka stunting melalui peningkatan kesadaran masyarakat. Kesadaran akan pola asuh yang baik dan gizi seimbang diharapkan menjadi budaya baru di tingkat desa.

Komitmen lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan generasi Kabupaten Sragen yang lebih sehat dan cerdas. Keberhasilan program ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas. (Reza/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....