Masuk Jajaran Kota Penanganan Terbaik, Astrid Target Zero Stunting

  • 03 Des 2025 02:47 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Kota Surakarta masuk dalam 20 besar Kabupaten Kota berkinerja terbaik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2025. Dengan pencapaian ini Wakil Wali Kota, Astrid Widayani targetkan bisa zero stunting.

Ditemui di Balai Kota pada Selasa (2/12/2025), Astrid Widayani mengatakan bahwa pekerjaan dalam penanganan kasus stunting belum selesai meskipun Kota Surakarta masuk 20 besar Kabupaten Kota berkinerja terbaik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2025.

"Kerja kita belum selesai. Tidak boleh ada anak di Surakarta yang tumbuh tidak optimal hanya karena kurang gizi. Ini tugas kemanusiaan dan masa depan kota," kata Astrid Widayani.

Pencapaian masuk dalam 20 besar Kabupaten Kota berkinerja terbaik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2025, berkat beberapa program yang dijalankan Pemerintah Kota Surakarta selama ini terbukti berhasil.

Seperti salah satunya dalam menjalankan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang bertugas menyiapkan asupan gizi untuk ibu hamil berisiko stunting dan balita. Namun ditegaskan Astrid Widayani, program ini juga tidak akan berhasil tanpa bantuan para kader dan partisipasi warga.

"Program seperti Dashat ini tidak akan berhasil tanpa dukungan kader dan partisipasi warga. Kita ingin memastikan setiap makanan bergizi yang dibagikan benar-benar berdampak pada kesehatan ibu dan anak," katanya menambahkan.

Selain Dashat, Pemerintah Kota Surakarta saat ini juga menghadirkan penanganan stunting dengan merujuk pada lingkungan tempat tinggal balita yang dianggap kurang sehat, yakni revitalisasi 75 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Program RTLH ini dijalankan karena meilihat intervensi penanganan stunting tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga faktor lingkungan dan sanitasi rumah.

Dalam data sendiri, kasus stunting di Kota Surakarta terdapat sekitar 1.543 kasus pada 2024, jumlahnya turun menjadi sekitar 1.100 kasus di awal 2025. Prevalensi stunting Surakarta tercatat berada di angka 7,59%.

Pemerintah Kota Surakarta juga memiliki program lain yang tidak kalah dengan Dashat dan juga RTLH, yakni Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), layanan pemantauan tumbuh kembang yang lebih komprehensif melalui baby spa dan Posyandu Plus, Kampanye Gizi dan Edukasi Keluarga serta penguatan layanan 1000 HPK.

Diharapkan dengan keberhasilan program yang diadakan Pemerintah Kota Surakarta, bisa menjadi contoh wilayah lain dalam penanganan kasus stunting. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....