Hingga April 2026, Leptospirosis Wonogiri Tembus 103 Kasus
- 25 Mei 2026 09:03 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Wonogiri - Kasus leptospirosis di Kabupaten Wonogiri mengalami peningkatan signifikan pada triwulan pertama tahun 2026. Hingga akhir April 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 103 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Satyawati Prawirohardjo mengatakan peningkatan kasus paling terasa terjadi pada Februari hingga Maret 2026.
“Di bulan Februari, Maret itu memang kasusnya cukup signifikan peningkatannya dibanding tahun 2025,” ujarnya, Senin 25 Mei 2026.
Meski demikian, pihaknya menyebut tren kasus mulai menurun memasuki April 2026. Menurutnya, leptospirosis memang menjadi penyakit yang rutin muncul setiap tahun, terutama saat musim penghujan.
“Kalau Leptospirosis itu sudah kasusnya memang cukup banyak, sudah menjadi agenda rutin tahunan,” katanya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri pun menerbitkan surat edaran sebagai tindak lanjut dari imbauan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait peningkatan kasus leptospirosis di sejumlah wilayah Solo Raya dan Jawa Tengah.
Satyawati menjelaskan, pencegahan difokuskan pada masyarakat yang banyak beraktivitas di area berisiko, seperti sawah, kebun, hingga saluran air yang berpotensi terkontaminasi urine tikus.
“Penggunaan alat pelindung diri yang sederhana ya. Misalnya kalau kerja di persawahan sebenarnya himbauan kita menggunakan sepatu boot,” ucapnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan tidak memiliki luka terbuka saat beraktivitas di lingkungan yang rawan penularan. Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan setelah bekerja di sawah atau kebun juga terus diingatkan untuk mencegah infeksi leptospirosis. (Ase)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....