Kontak Erat Dengan Positif Tuberkulosis, 100 Warga Solo Jalani Skrining
- 23 Apr 2026 01:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sebanyak 100 warga Mojosongo yang berkontak erat dengan positif Tuberkulosis menjalani pemeriksaan atau tracing dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo di Pendhapi Kecamatan Jebres pada Rabu, 22 April 2026. Tracing sendiri juga dilakukan terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Dalam pemeriksaan ini, Dinkes Solo berkolaborasi bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Politeknik Kesehatan Kemenkes Solo, Perhimpunan Radiografer Indonesia, Mahasiswa S3 Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Mentari Sehat Indonesia.
Ditemui di lokasi, Kepala Dinkes Solo, Retno Erawati Wulandari menjelaskan dalam penanganan penyakit Tuberkulosis sendiri, Pemerintah Kota sudah membentuk Kelurahan Peduli TBC yang bisa membantu menanggulangi hingga penanganan terhadap masyarakat tingkat terbawah.
"Kita juga membentuk Kelurahan Peduli TBC di 54 Kelurahan di Kota Solo. Tentunya sangat membantu kami di dalam upaya penanggulangan TBC, upaya pencegahan dan juga penanganan TBC. Sehingga harapannya pencegahan dan penanggulangan ini sampai ke masyarakat level tingkat bawah," kata Retno Erawati Wulandari.
Penularan Tuberkulosis sendiri dikatakan Retno Erawati Wulandari sering terjadi melalui droplet hingga jarak satu meter. Sehingga jika ditemukan kasus positif, akan dilakukan tracing kontak erat untuk penanganan tercepat sebelum semakin banyak yang tertular.
Ditambahkan Kepala Dinkes Solo, jika ditemukan warga yang positif pasca kontak erat, akan diberikan pengobatan antituberkulosis sedangkan bagi yang tidak bergejala akan diberikan obat pencegahan Tuberkulosis.
"Kalau sudah tertular, sudah positif terdiagnosa TBC, nanti akan kita berikan OAT, obat antituberkulosis. Tapi kalau yang tidak bergejala itu nanti kita akan berikan obat yaitu terapi pencegahan Tuberkulosis," katanya menambahkan.
Selain penularan melalui droplet, Dinas Kesehatan Kota Solo juga menjelaskan faktor lainnya yang bisa membuat seseorang terdiagnosa positif Tuberkulosis, yakni kondisi rumah yang lembab dan tidak terkena sinar matahari.
Dalam data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Solo sendiri, kasus Tuberkulosis di Kota Bengawan pada 2025 sebanyak 2.269 kasus dan pada 2026 ini hingga bulan Maret, ada sebanyak 405 kasus yang masih menjalani pengobatan.
Retno Erawati Wulandari menjelaskan Dinas Kesehatan memiliki target hingga 2030 tidak ada lagi penambahan kasus positif Tuberkulosis di Kota Solo.
Demi tidak bertambahnya kasus, Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai tindakan, salah satunya menghimbau pasien positif Tuberkulosis untuk terus mematuhi aturan pengobatan hingga tuntas, meskipun memang memerlukan waktu yang panjang.
Hal itu lantaran banyaknya pasien yang belum tuntas hingga sembuh, sudah tidak lagi melanjutkan mengkonsumsi obat dan berakhir menularkan kembali kepada warga lainnya yang berada di sekitar. (JK/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....