Putus Rantai Penularan TBC, Puskesmas Sambungmacan I Luncurkan "Macan Pethak'

  • 17 Apr 2026 12:39 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Puskesmas Sambungmacan I terus memperkuat komitmennya dalam memberantas penyakit tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Sragen. Langkah nyata ini diwujudkan melalui peluncuran inovasi pelayanan kesehatan bertajuk 'Macan Pethak' (Mari Cegah dan Antisipasi Penyakit TBC Melalui Skrining Dahak).

Inovasi ini dirancang khusus untuk mendeteksi penyakit TBC lebih dini dengan metode "jemput bola". Petugas puskesmas tidak lagi sekadar menunggu pasien di fasilitas kesehatan, melainkan terjun langsung ke tengah masyarakat, mulai dari rumah warga hingga pertemuan rutin di desa.

Kepala Puskesmas Sambungmacan I, dr. Akhmad Muzani, mengungkapkan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat TBC di tingkat nasional. Indonesia saat ini menempati urutan ketiga dunia dengan penderita TBC terbanyak.

"Satu penderita TBC berpotensi menularkan penyakitnya kepada 20 orang lainnya. Sementara itu, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara mandiri masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pelayanan yang lebih dekat dan fleksibel," ujar dr. Muzani baru-baru ini.

Melalui 'Macan Pethak, petugas memberikan berbagai layanan kesehatan di tempat, antara lain. Pemeriksaan kesehatan bagi warga dengan gejala batuk.

Pemeriksaan riwayat batuk yang mengarah pada penyakit paru-paru. Edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Skrining dahak di lokasi pertemuan seperti PKK, RT, dan Posyandu.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Sejak tahun anggaran 2024, Puskesmas Sambungmacan I bekerja sama dengan kader TBC dari Yayasan Mentari Sehat Indonesia. Para kader ini berperan aktif membantu petugas puskesmas dalam melakukan skrining dahak di lapangan.

Program ini juga terintegrasi sepenuhnya dengan kegiatan di tingkat desa, termasuk layanan di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Integrasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan primer bagi seluruh warga di wilayah kerja puskesmas.

Kehadiran 'Macan Pethak' memberikan manfaat langsung bagi warga Sragen. Selain menghemat waktu dan biaya transportasi karena tidak perlu ke puskesmas, masyarakat juga mendapatkan penanganan keluhan kesehatan lebih awal.

"Sejak dijalankan, program ini menunjukkan dampak positif. Cakupan skrining TBC meningkat, kesadaran masyarakat dalam berperilaku sehat saat batuk membaik, dan yang terpenting, kita bisa menekan angka penyebaran kasus baru," ujar dr. Muzani.

Ke depan, dr. Muzani berharap 'Macan Pethak' dapat terus berkembang dan menjadi model pelayanan kesehatan berbasis masyarakat (community-based) yang efektif, terutama bagi warga yang selama ini memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....