Sinergi Tuntaskan TB : Strategi menuju Indonesia Bebas TBC

  • 18 Apr 2026 16:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Upaya penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini sejalan dengan target eliminasi TBC yang menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam memutus rantai penularan dan memastikan pengobatan berjalan tuntas.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSJD dr Arif Zainudin, dr. Roro F.B Astiyani, Sp.PD., Subsp.PTI., FINASIM, menegaskan bahwa strategi menuju Indonesia bebas TBC tidak bisa dilakukan secara parsial. Melainkan harus melalui empat sinergi utama yang saling terintegrasi.

Sinergi pertama adalah peran pemerintah melalui kebijakan, penyediaan layanan kesehatan, serta penguatan program eliminasi TBC secara nasional. Pemerintah diharapkan mampu memastikan akses diagnosis dan pengobatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sinergi kedua melibatkan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam deteksi dini, penanganan pasien, serta edukasi kepada masyarakat. Tenaga medis memiliki peran penting dalam memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas guna mencegah penularan lebih lanjut.

Selanjutnya, sinergi ketiga adalah peran masyarakat dan komunitas dalam menghapus stigma terhadap pasien TBC serta memberikan dukungan agar penderita patuh menjalani pengobatan. Lingkungan yang suportif dinilai sangat menentukan keberhasilan penyembuhan.

Sementara itu, sinergi keempat mencakup kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia usaha, media, dan organisasi masyarakat. Mauengedukasi publik dan memperluas kampanye pencegahan TBC secara masif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Roro juga menjelaskan bahwa TBC tidak selalu langsung menunjukkan gejala. Ada kondisi yang disebut Tuberkulosis laten, di mana bakteri sudah ada di dalam tubuh namun belum aktif dan tidak menular. Namun, kondisi ini dapat berkembang menjadi TBC aktif apabila daya tahan tubuh menurun.

Ia menambahkan, selain TB laten, terdapat pula fase pra-TB yang merupakan tahap peralihan menuju TBC aktif. Jika tidak terdeteksi sejak dini, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit aktif yang menular. Oleh karena itu, deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Indonesia bebas TBC. (Wiwik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....