Wali Kota Solo Fokuskan Rekrutmen CASN Guru dan Nakes

  • 15 Mei 2026 16:55 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Solo, Respati Ardi ke depan akan berfokus membuka rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) posisi tenaga pendidik dan juga tenaga kesehatan. Hal itu lantaran bidang Guru dan Nakes masih kurang di lingkup kerja Pemerintah Kota.

Ditemui di Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia pada Rabu, 13 Mei 2026, Respati Ardi mengatakan akan menyelesaikan permasalahan terkait bidang pendidikan di Kota Solo. Dirinya juga berjanji akan memberikan kesejahteraan kepada para Guru.

"Terhadap tenaga pendidik di Solo itu menjadi fokus utama ya, tidak usah khawatir, kami tetap akan memberikan kesejahteraan yang layak di atas UMR. Kesejahteraan guru jadi utama prioritas. Nanti kita buka CPNS untuk tenaga pendidik dan nakes," kata Respati Ardi.

Lebih lanjut ditambahkan Respati Ardi bahwa kekosongan Guru di Kota Solo harus bisa diisi lebih cepat. Apalagi pada tahun 2026 ini, ada sebanyak 260 Guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) memasuki purna tugas.

"Langsung harus diisi dan kami juga memback-up. Kami bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret terkait program PPG Guru di sana untuk kami tugaskan magang di Solo. Intinya pendidikan dasar di Solo itu kita optimalkan," katanya menambahkan.

Prioritas tenaga pendidik di Kota Solo ini sekaligus menjawab kepastian nasib-nasib Guru non ASN yang terancam diberhentikan pasca aturan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Non Aparatur Sipil Negara pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Tahun 2026.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan status kepegawaian, baik ASN maupun non-ASN, sebenarnya bukan persoalan utama bagi daerah. Menurutnya prioritas Pemerintah Kota adalah tersedianya tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi teknis dan sertifikat profesi yang sah.

"Mau pakai status ASN boleh, mau non-ASN juga boleh. Yang penting adalah anak mendapatkan hak pembelajarannya dengan pendampingan seorang guru yang sesuai dengan kompetensinya," ucap Dwi Ariyatno.

Dari data Dinas Pendidikan kota Solo sendiri, hingga saat ini masih ada 154 guru non-ASN di jenjang PAUD, SD, dan SMP masih memegang tanggung jawab penuh dalam proses pendidikan. Dinas Pendidikan memproyeksikan, jika 154 tenaga non-ASN diberhentikan ditambah 250 guru yang pensiun tanpa ada tambahan kuota ASN baru, maka sistem pendidikan di daerah akan terganggu.

"Kalau 404 posisi ini tidak ada penggantinya dan tidak ada kebijakan penambahan ASN, saya tetap akan mendukung guru non-ASN diberikan kesempatan mengajar daripada sekolah kosong dan murid kehilangan hak belajarnya," ucapnya menambahkan.

Pemerintah Kota memang belum memastikan nasib para Guru non ASN setelah SE Mendikdasmen tersebut, karena masih menunggu keputusan strategis dari Pemerintah Pusat terkait perencanaan pembiayaan dan penganggaran tahun depan. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....