Dinas Pendidikan Kota Surakarta Gandeng UNS Atasi Kekurangan 250 Guru

  • 05 Mei 2026 14:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas Pendidikan Kota Surakarta menjalin kerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik di sekolah negeri. Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai tenaga pendamping.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, mengatakan proyeksi kekurangan guru mencapai 250 orang hingga Desember 2026. Kekosongan tersebut dipicu oleh pensiun, mutasi, hingga meninggal dunia.

“Kami mengidentifikasi terjadi kekosongan hampir 250 guru karena pensiun, meninggal dunia, termasuk juga pindah mutasi,” katanya kepada wartawan, Senin 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak bisa diatasi dengan skema lama karena adanya larangan dari pemerintah pusat terkait pengangkatan tenaga honorer baru. Karena itu, Pemkot Surakarta mencari alternatif melalui pola kemitraan.

“Kondisi saat ini larangan kebijakan pusat menyebabkan kesempatan mengangkat honorer tertutup, sehingga kita harus mencari pola baru kemitraan,” ucapnya menjelaskan.

Melalui kerja sama ini, lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) UNS yang telah memiliki kualifikasi dan sertifikasi profesi akan difasilitasi untuk menjalani program magang di sekolah-sekolah negeri. Para lulusan tersebut akan menjalankan tugas pengabdian masyarakat sekaligus membantu proses pembelajaran di kelas yang mengalami kekosongan tenaga pengajar.

“Mereka sudah lengkap secara keilmuan sehingga mampu melaksanakan tugas mengajar di kelas untuk membantu kekosongan guru,” ujarnya.

Secara teknis, peserta magang akan berperan sebagai asisten atau pendamping bagi guru senior dan koordinator mata pelajaran. Konsep ini serupa dengan sistem asisten dosen di perguruan tinggi.

Saat ini, Dinas Pendidikan masih melakukan pemetaan kebutuhan guru berdasarkan lokasi sekolah dan mata pelajaran. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran baru Juli mendatang.

“Penjajakan ini baru akan dilaksanakan bulan Juli karena kami sedang melakukan pemetaan kekosongan dari Januari sampai Juni,” katanya.

Ia menambahkan, program ini juga menjadi sarana bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja. Pihaknya berharap, peserta yang kompeten dapat mengikuti rekrutmen ASN apabila kebijakan pusat kembali membuka peluang. (Reza/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....