Haji Era Digital: Jemaah Lansia Terkendala Aplikasi Nusuk serta Bahasa

  • 10 Jun 2026 15:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci kini semakin menuntut kemampuan adaptasi terhadap kemajuan teknologi maupun keragaman bahasa di lapangan.

Pada masa pemulangan jemaah yang berlangsung hingga Rabu, 10 Juni 2026, berbagai dinamika sempat dialami jemaah lansia selama berada di Arab Saudi.

Meski demikian, kesigapan petugas dalam melayani para lansia menuai apresiasi dan kepuasan yang tinggi dari jemaah.

Salah satu jemaah haji asal Kaliwungu, Kendal, Nadiyah Jehan, mengatakan salah satu tantangan terbesar bagi jemaah haji lanjut usia adalah adanya sistem digitalisasi pada beberapa layanan utama di Arab Saudi.

Kebijakan yang mewajibkan penggunaan aplikasi pintar untuk mengakses fasilitas ibadah tertentu ternyata menjadi hambatan nyata bagi mereka yang tidak didampingi oleh keluarga atau pembimbing khusus selama perjalanan.

"Haji mulai tahun ini harus pakai aplikasi Nusuk. Kalau bagi milenial yang melek digital tentu senang karena bisa war ticket, tapi bagi lansia tentu ada keterbatasan apalagi kalau mereka tidak memiliki HP," ujar Nadiyah saat ditemui di Asrama Haji Donohudan.

Tidak hanya terhambat oleh minimnya literasi teknologi, jemaah lanjut usia juga kerap menghadapi kendala komunikasi saat terpisah dari rombongan asalnya.


Banyak di antara jemaah lansia dari berbagai daerah di Indonesia yang hanya fasih menggunakan bahasa daerah mereka masing-masing tanpa dibekali kemampuan bahasa asing dasar.

"Ketika ketemu orang tua yang tersesat dan tidak ada temannya, arah jalan pulang pun mereka tidak tahu. Yang unik sekaligus menjadi kendala adalah mereka hanya menguasai bahasa daerahnya sehingga kesulitan saat harus berkomunikasi," katanya.

Meskipun terdapat kendala teknologi dan komunikasi, Nadiyah menegaskan para jemaah merasa sangat puas dengan dedikasi para petugas haji Indonesia di lapangan.

Ketika jemaah lansia mengalami kendala arah maupun navigasi saat terpisah dari rombongan, petugas dinilai sangat responsif, sigap, dan kooperatif dalam memberikan pertolongan.

Catatan evaluasi mengenai penguatan literasi digital dan penguasaan bahasa dasar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.

Kerja keras serta ketulusan para petugas haji dalam mengayomi seluruh jemaah, khususnya kelompok rentan, menjadi salah satu faktor penentu kelancaran ibadah hingga kembali ke Tanah Air. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....