Diduga Alami Serangan Jantung, Jemaah Haji Kloter 15 Solo Wafat di Pesawat

  • 09 Jun 2026 12:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo mencatat adanya penambahan satu jemaah haji yang meninggal dunia di dalam pesawat saat perjalanan pulang menuju Tanah Air. Kasus kematian terbaru pada operasional pemulangan hari 8 ini menimpa seorang jemaah haji wanita gelombang pertama yang tergabung dalam kelompok terbang atau kloter 15.

Humas PPIH Debarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, menyebutkan jemaah yang wafat di atas pesawat tersebut bernama Ibu Nur Janah yang berusia 68 tahun asal Kota Pekalongan. Adanya penambahan satu kasus duka di atas langit ini secara otomatis mengubah statistik data, di mana total keseluruhan jemaah haji yang dinyatakan wafat dari Embarkasi Solo saat ini bergerak naik mencapai 38 orang.

“Kami mengucapkan berdukacita karena di kloter 15 ada penambahan satu Jemaah Haji yang wafat ketika perjalanan dari Jeddah menuju ke KNO atau dari Tanah Suci menuju ke Tanah Air. Kita doakan semoga Ibu Nur Janah dari kloter 15 wafat dalam keadaan husnul khotimah dan untuk segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT,” kata Nabiila Azka Amaalia saat dikonfirmasi RRI, Selasa 9 Juni 2026.

Nabila menambahkan, kronologi kejadian duka itu terjadi secara mendadak saat almarhumah ditinggalkan sejenak oleh anak kandungnya, Anies, untuk makan. Dari hasil rekam medis tim kesehatan, mendiang tidak memiliki riwayat medis yang mengkhawatirkan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi, sehingga penyebab kematian diduga kuat akibat serangan jantung.

“Untuk riwayat Jemaah Haji berdasarkan informasi dari anaknya, Ibu tidak mengeluhkan apa-apa karena waktu itu anaknya sedang meninggalkan untuk makan, lalu setelah anaknya makan selesai tiba-tiba ibunya sudah wafat. Namun dari riwayat medis juga tidak ada riwayat yang menunjukkan kondisi mengkhawatirkan, jadi kemungkinan ada serangan jantung seperti itu,” ujar Nabila.

Petugas PPIH langsung bergerak cepat melakukan penanganan evakuasi begitu pesawat transit mendarat di Kualanamu, sebelum jenazah diterbangkan menuju Surakarta untuk dibawa ke Kompleks Asrama Haji Donohudan Boyolali. Nabila menyebut, proses serah terima jenazah dilakukan langsung dari Ketua PPIH Debarkasi Solo, Fitrianto, kepada Asisten Satu Setda Kota Pekalongan malam itu juga, agar proses pemakaman bisa dilanjutkan di rumah duka.

“Tadi malam kita juga sudah melakukan untuk serah terima oleh Ketua PPIH kami Bapak Kanwil Fitrianto, diserahkan kepada asisten satu dari Kota Pekalongan dengan didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama. Proses serah terima jemaah evakuasi dari pesawat langsung diserahkan di Asrama Donohudan, lalu dilanjutkan perjalanan menuju ke Pekalongan karena proses pemakaman dilakukan di rumah duka,” ucapnya.

Nabila mengatakan, dengan bertambahnya satu jemaah wafat di pesawat tersebut, maka dari total 38 jemaah Embarkasi Solo yang meninggal dunia, tercatat 37 jemaah wafat di Tanah Suci dan satu jemaah meninggal di pesawat.

“Total keseluruhan jemaah yang dari Tanah Suci ataupun yang kemarin keseluruhan ada 38 jemaah, di mana 37 diantaranya wafat di Tanah Suci dan satu jemaah wafat di pesawat," katanya.

Di samping data duka, PPIH Debarkasi Solo melaporkan alur operasional kedatangan jemaah yang mendarat selamat hingga hari ini telah mencapai 15 kloter dengan total 5.361 jemaah, serta masih ada tiga jemaah yang dirawat di King Faisal Hospital dan satu jemaah kloter 4 tertunda di Daker Mekah akibat sakit.

"Alhamdulillah kami sudah menerima kedatangan 15 kloter dengan total 5.361 jemaah, dan untuk yang sakit ada tiga jemaah dirawat di King Faisal Hospital serta satu di Daker Mekah,” ujar Nabiila.

Nabiila juga mengingatkan jemaah gelombang kedua yang saat ini mulai bergeser dari Mekah menuju Madinah untuk menjalankan ibadah sunnah agar tetap membatasi aktivitas fisik akibat cuaca ekstrem.

"Ini mengingat suhu udara di Arab Saudi saat ini dilaporkan sangat panas, seluruh jemaah diwajibkan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri atau APD demi menjaga kenyamanan dan keselamatan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....