Kunjungi RRI Surakarta, Mohammad Toha Dorong Digitalisasi dan Pelestarian Budaya
- 29 Apr 2026 18:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Mohammad Toha, melakukan kunjungan reses ke LPP RRI Surakarta untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan peran lembaga penyiaran publik tersebut tetap relevan di era digital. Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan bahwa sebagai wasilah informasi, pendidikan, dan hiburan, RRI harus mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman.
Mohammad Toha menyampaikan bahwa transformasi komunikasi dari sistem analog menuju digital adalah sebuah keniscayaan agar jangkauan informasi menjadi lebih luas dan sesuai dengan harapan publik. Ia mendorong adanya kreativitas-kreativitas baru dalam penyampaian konten agar lebih mudah diterima dan disukai oleh masyarakat luas.
"Komunikasi itu sesuai dengan zamannya. Ketika RRI juga membuat cara-cara penyampaian informasi, pendidikan, dan hiburan itu secara digital, itu tentunya mengikuti zaman dan akan lebih menarik karena lebih banyak yang mendapatkan informasi tersebut," ujar Mohammad Toha di RRI Surakarta.
Selain isu teknologi, Toha menyoroti potensi besar Surakarta sebagai kota budayawan dan seniman. Ia menyarankan agar RRI Surakarta membangun simbiosis mutualisme dengan para pelaku seni, baik dari aliran modern maupun tradisional seperti keroncong, wayang, dan ketoprak.
Ia mencontohkan tokoh-tokoh besar seperti dalang Anom Suroto, maestro keroncong Waljinah, hingga keluarga mendiang Didi Kempot sebagai figur yang dapat dilibatkan untuk mengisi program-program produktif di RRI. Hal ini dinilai penting agar nilai-nilai filosofi Jawa dan keindonesiaan tetap tersampaikan kepada masyarakat melalui media penyiaran.
"Manfaatkan mereka untuk bisa memasukkan RRI Surakarta sekaligus membesarkan juga nama mereka. Jangan sampai tidak diingat oleh masyarakat lagi tanpa ada produktivitas, misalnya melalui ciptaan lagu atau lakon wayang yang disiarkan lewat RRI," ujarnya.
Menutup kunjungannya, Mohammad Toha berharap RRI Surakarta dapat memaksimalkan seluruh fasilitas yang ada, termasuk studio musik dan gedung pertunjukan, dengan merangkul berbagai pihak termasuk akademisi dari kampus-kampus di Surakarta. Kreativitas dalam penyusunan jadwal dan program acara diharapkan dapat menjawab kebutuhan bersama antara lembaga dan masyarakat. (Ryan Assyidiqi/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....