PPIH Debarkasi Solo Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 19, 20, dan 21
- 10 Jun 2026 15:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surakarta kembali menerima kedatangan jemaah haji gelombang pemulangan, Rabu, 10 Juni 2026.
Agenda penerimaan pada hari ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap, dimulai dengan kloter 19 yang membawa jemaah asal Kabupaten Kendal, Grobogan, Tegal, dan Magelang pada pukul 09.00 WIB.
Selanjutnya, kloter 20 asal Kendal, Grobogan, Klaten, dan Pekalongan akan tiba pukul 17.30 WIB, disusul kloter 21 gabungan Semarang serta Kendal pada pukul 23.55 WIB.
Kasi Humas PPIH Debarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, menyampaikan hingga operasional kesembilan masa pemulangan ini, pihaknya telah menerima 19 kloter dengan total 6.798 jemaah.
Meski proses pemulangan berjalan lancar, tercatat ada sejumlah jemaah yang harus dirawat karena sakit dan tertunda kepulangannya.
"Untuk jemaah haji yang sebenarnya harus pulang namun tertunda karena sakit, ada dua jemaah dari kloter 4 dan kloter 5, serta dua jemaah lainnya dari kloter 16. Nantinya mereka akan digabungkan di kloter selanjutnya jika sudah dinyatakan layak terbang," ujat Nabiila saat ditemui di Asrama Haji Donohudan.
Lebih lanjut, PPIH juga terus memberikan peringatan kepada jemaah haji yang masih berada di Arab Saudi, baik di Makkah maupun Madinah, terkait kondisi cuaca ekstrem yang terpantau mencapai 42 derajat Celsius pada siang hari.
Para jemaah diimbau untuk selalu menggunakan alat pelindung diri dan menjaga asupan air mineral saat beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, salah satu jemaah haji asal Kaliwungu, Kendal dari kloter sebelumnya, Nadiyah Jehan, membagikan pengalamannya selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, kelancaran ibadah tidak lepas dari kesiapan fisik, mental, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital, khususnya dalam menggunakan aplikasi Nusuk yang kini menjadi syarat wajib untuk mengakses beberapa area ibadah.
"Haji itu butuh strategi, baik secara fisik, psikis, hingga melek digital. Apalagi dengan adanya aplikasi Nusuk untuk masuk ke Raudhah, bagi milenial tentu lebih mudah karena bisa war ticket, sementara untuk jemaah lansia memang membutuhkan bantuan pendampingan," kata Nadiyah.
Menutup keterangannya, Nadiyah turut mengapresiasi kinerja seluruh petugas haji yang dinilai sangat sigap dan kooperatif dalam melayani jemaah, terutama bagi para lansia yang kerap mengalami kendala bahasa maupun navigasi saat berada di luar rombongan.
Ia berharap kualitas pelayanan petugas dapat terus ditingkatkan pada musim haji mendatang. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....