Kisah Miftahul Umam Asegaf, Mendapatkan Berkah Pergi Haji Lebih Cepat dari Jadwal

  • 11 Mei 2026 19:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Miftahul Umam Asegaf lelaki 29 tahun asal Kabupaten Boyolali ini, mengaku tidak pernah menyangka bisa berangkat haji pada 2026.

Segaf sapaan akrabnya yang memiliki keseharian menjadi pelaku usaha online shop ini, mengaku semuanya berawal dari dirinya yang mengurus surat sang ibunda yang tidak jadi berangat haji karena meninggal dunia.

Ditemui di Asrama Haji Donohudan, lelaki 29 tahun ini menjelaskan sebenarnya dirinya didaftarkan berangkat haji pada 2016 oleh orang tuanya dan dijadwalkan berangkat 2040. Namun ternyata Miftahul Umam Asegaf mendapatkan kesempatan penggabungan mahram.

"Saya didaftarkan orang tua pada tahun 2016 dan ibunda sama kakak saya mendaftar pada 2012. Saya dicek pemberangkatan tahun 2040, sebetulnya saya enggak berharap berangkat, karena cuma mendampingi kakak saya mengumpulkan dokumen ibu saya yang sudah almarhumah tapi tahun ini berangkat. Berhubung kakak saya sudah istitaah, sudah pelunasan, jadi saya bisa penggabungan mahram," kata Miftahul Umam Asegaf.

Selain mendapatkan berkah pergi haji lebih cepat dari jadwal, Segaf juga merasa waktu pengurusan berkasnya untuk menuju tanah suci sangat cepat. Sehingga dirasakan semua sudah menjadi jalan terbaik yang diberikan Allah SWT untuk menuju Mekkah.

Lebih lanjut, meskipun merasa senang bisa mendapatkan berkah pergi haji lebih cepat dari jadwal, Miftahul Umam Asegaf mengaku juga merasakan susah atau sedih karena berangkat ke tanah suci.

Hal itu lantaran dirinya harus meninggalkan anaknya yang masih berusia 15 bulan untuk pergi ke tanah suci. Sementara istrinya sudah meninggal dunia pada akhir tahun lalu.

"Sedihnya saya harus meninggalkan keluarga, terutama anak saya yang masih berusia 15 bulan. Istri saya sudah meninggal September tahun lalu saat anak saya masih berusia tujuh bulan. Semoga keluarga saya bisa menjaga anak saya," katanya menambahkan.

Ditanya terkait doa apa yang akan di bawanya ke tanah suci, lelaki 29 tahun ini akan mendoakan keluarganya untuk selalu diberikan kesehatan, hingga bertambah iman. Hal itu lantaran menurut pengalaman pribadinya bahwa manusia kurang meminta diberikan kesehatan dan lebih berharap kekayaan. Padahal ketika kekayaan itu diberikan, namun terasa percuma jika harus kehilangan orang-orang yang disayang. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....