Kisah Penjual Pentol Semarang Naik Haji, Nabung Rp5.000 sejak 2004

  • 02 Mei 2026 19:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kegigihan untuk menyempurnakan Rukun Islam kelima dibuktikan oleh Muqorobbin Ngadiman, warga Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Berkat ketekunannya menyisihkan uang hasil berjualan pentol keliling selama puluhan tahun, pria ini akhirnya berhasil berangkat naik haji pada tahun 2026 ini.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang kekuatan niat dan kesabaran dalam menggapai mimpi menuju Tanah Suci. Niat mulia untuk berhaji tersebut ternyata sudah tertanam kuat di hati Muqorobbin bahkan sejak ia belum berkeluarga.

Sejak tahun 2004, ia mulai membulatkan tekad dengan cara menyisihkan sebagian keuntungan dari setiap pentol yang ia jual. Uang recehan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit demi memenuhi biaya perjalanan ibadah haji yang tidak murah. Dalam kesehariannya, Muqorobbin tidak mematok nominal besar untuk ditabung, melainkan menyesuaikan dengan hasil dagangannya.

"Saya dari sebelum menikah sudah ingin ke Makkah, tepatnya sejak tahun 2004. Akhirnya saya jualan pentol keliling, saya tabung sedikit demi sedikit, mulai Rp5.000, Rp10.000, Rp25.000, sampai Rp50.000," ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Selasa, 28 April 2026.

Meski sudah berhasil mendaftar, Muqorobbin tidak lantas berpangku tangan sembari menunggu antrean keberangkatan yang panjang. Ia tetap konsisten berjualan pentol keliling setiap hari untuk mengumpulkan uang saku tambahan selama menjalani ibadah di Arab Saudi.

Baginya, pekerjaan ini dijalani dengan rasa ikhlas meski harus menghadapi rasa lelah setiap harinya. Sisi lain dari perjuangan Muqorobbin adalah kebiasaannya untuk tetap berbagi kepada sesama di tengah keterbatasan ekonomi.

Selain menabung untuk haji, ia rutin menyisihkan uang seribu hingga dua ribu rupiah ke dalam kaleng khusus untuk zakat dan sedekah. Hal ini ia lakukan sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran rezeki yang ia terima dari berjualan pentol.

Kini, penantian panjang selama belasan tahun tersebut telah terbayar lunas seiring dengan jadwal keberangkatannya ke Makkah. Selama berada di Embarkasi Solo, Muqorobbin mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak panitia penyelenggara.

Ia menilai fasilitas ruangan dan pelayanan petugas sangat layak meski jemaah harus bersabar dalam mengantre. Harapan besar pun terselip di balik doa Muqorobbin sebelum terbang menuju Tanah Suci. Muqorobbin bersama rombongan Kloter 21 dijadwalkan terbang melalui Embarkasi Solo pada hari Selasa, 28 April 2026 pukul 09.00 WIB.

"Harapannya semoga ibadah saya di sana diterima oleh Allah, pulang menjadi haji yang mabrur," katanya penuh haru. (Dania/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....