PGS Pailit Picu Efek Domino, Ribuan Pekerja Diperkirakan Terdampak
- 05 Agt 2026 23:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Kepailitan PT Putera Griya Sentosa memicu efek domino terhadap aktivitas ekonomi di kawasan Pusat Grosir Solo (PGS). Dampaknya tidak hanya dirasakan karyawan dan pedagang, tetapi juga karyawan tenant, pedagang kaki lima, tukang becak hingga pekerja parkir yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas PGS.
Berdasarkan pengumuman Tim Kurator yang terpasang di PGS, objek tersebut berada dalam sita umum dan di bawah penguasaan Tim Kurator PT Putera Griya Sentosa (dalam pailit). Pengumuman itu mencantumkan Putusan Nomor 6/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN.Niaga.Smg di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang tertanggal 9 Februari 2026.
Mantan Manajemen PGS, Bachtiar Ibnu Fadzil, mengatakan sebelumnya terdapat sekitar 45 orang di jajaran manajemen perusahaan. Setelah perusahaan pailit, hubungan kerja karyawan dihentikan dan sebagian kembali dipekerjakan oleh tim kurator untuk menangani PGS selama proses kepailitan.
"Jadi semua sudah kontraknya di-cut, kita sudah di-PHK. Ada beberapa orang dari manajemen yang masih dipekerjakan oleh tim kurator untuk meng-handle PGS dalam pailit ini," katanya, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurut Bachtiar, sebanyak 13 orang dari sekitar 45 karyawan manajemen kemudian dipekerjakan tim kurator. Jika memperhitungkan pekerja alih daya, termasuk petugas keamanan dan kebersihan, jumlah tenaga kerja yang sebelumnya terkait dengan pengelolaan gedung mencapai sekitar 90 orang.
Namun, ia mengatakan efek domino kepailitan PGS jauh lebih luas dibandingkan jumlah pekerja yang berhubungan langsung dengan pengelolaan gedung. Pedagang, karyawan tenant, dan berbagai pekerja informal di sekitar kawasan turut bergantung pada aktivitas pusat perdagangan tersebut.
"Kalau kita berbicara efek dari kepailitan ini, berarti kita harus berbicara soal tenant yang ada di dalam, tenant-tenant yang menyewa dengan PGS, terus karyawan tenant, terus belum lagi efek domino ke lingkungan," ujarnya.
Bachtiar mencontohkan pedagang kaki lima, tukang becak hingga pekerja parkir Galabo sebagai kelompok yang ikut terdampak. Jika seluruh pekerja yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas PGS diperhitungkan, ia memperkirakan jumlahnya dapat mencapai ribuan orang.
"Termasuk kayak PKL-PKL yang ada di luar area kami, tukang becak dan masih banyak lagi. Jadi tukang parkir Galabo itu pun juga akan terimbas. Kalau total dari keseluruhan sejak Desember, mungkin ada ribuan," ucapnya. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....