PGS Solo Tutup Permanen akibat Gagal Investasi, Bukan Dampak Sepi Pembeli
- 05 Agt 2026 15:37 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Setelah beroperasi lebih dari dua dekade sejak 2005, Pusat Grosir Solo (PGS), salah satu pusat perbelanjaan tekstil dan destinasi wisata belanja batik legendaris di Kota Solo, resmi ditutup secara permanen.
Berdasarkan pantauan rri.co.id pada Rabu 5 Agustus 2026, seluruh lapak pedagang di lantai dasar hingga lantai satu telah kosong. Hanya tersisa beberapa pedagang di lantai satu yang tengah mengemas barang dagangan untuk segera mengosongkan kios.
Pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jalan Mayor Sunaryo, Kawasan Gladag, Solo di bawah naungan PT Putera Griya Sentosa tersebut dipastikan tutup bukan karena minimnya pengunjung. Penutupan dipicu oleh proses kepailitan akibat kegagalan investasi pada internal manajemen.

Manager Marketing Communications (Marcom) PGS, Bachtiar Ibnu Fadli, menegaskan bahwa anggapan masyarakat terkait penutupan PGS karena sepi pembeli adalah tidak benar. Penutupan ini murni disebabkan oleh permasalahan investasi yang berujung pada putusan pailit oleh pengadilan, bukan akibat terhentinya aktivitas perdagangan.
"PGS ini bukan pailit karena tidak laku atau sepi. Statusnya dipailitkan karena ada persoalan investasi yang gagal di internal manajemen. Itu berbeda," ujar Bachtiar.
Ia menambahkan, hingga menjelang penutupan, tingkat kunjungan ke PGS masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan pusat grosir lainnya di Solo. Banyak wisatawan luar daerah tetap memilih berbelanja di PGS karena dinilai lebih nyaman serta memiliki fasilitas memadai, termasuk area parkir khusus bus wisata.
Secara akumulatif, PGS awalnya memiliki sekitar 700 kios. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah penyewa terus menyusut hingga hanya tersisa sekitar 60 kios pada akhir masa operasional.

Sementara itu, salah seorang pedagang busana, Ilham, menyatakan bahwa seluruh pedagang diwajibkan mengosongkan kios setelah proses audit oleh kurator selesai. Para pedagang diberikan tenggat waktu selama tujuh hari untuk memindahkan seluruh barang dagangan.
Ilham mengaku akan melanjutkan aktivitas penjualannya ke Pasar Klewer. Dari tiga kios yang sebelumnya ia kelola di PGS, kini ia hanya sanggup menyewa satu kios di tempat baru.
"Kami memiliki tiga kios yang sebelumnya dikelola di PGS, kini hanya sanggup menyewa satu kios saja di tempat baru," tutur Ilham.
Selain Pasar Klewer, sebagian pedagang memilih berpindah ke pusat perdagangan lain seperti Beteng Trade Center (BTC). Sementara itu, pedagang lainnya terpaksa memindahkan operasional usaha ke rumah masing-masing akibat keterbatasan modal untuk menyewa kios baru. (SF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....