Berkah Iduladha, Penjual Bumbu Giling di Pasar Kleco Solo Kebanjiran Order

  • 28 Mei 2026 20:05 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Aroma rempah khas Nusantara menyeruak kuat dari sudut Pasar Kleco, Solo. Tumpukan kunyit, lengkuas, jahe, sereh, daun jeruk, bawang putih, hingga bawang merah memenuhi lapak sederhana milik Aji Nanda. Pedagang bumbu giling untuk olahan daging ini mendadak sibuk luar biasa di tengah momen Hari Raya Iduladha.

Sejak pagi, pembeli datang silih berganti. Mereka berburu aneka bumbu giling siap pakai untuk mengolah daging kurban menjadi sajian lezat di rumah. Mulai dari bumbu rendang, gulai, tongseng, rawon, sate, soto, tengkleng, rica-rica, sop buntut, hingga terik tersedia lengkap di kios bernama 'Doro Bumbu' ini.

“Kalau jenisnya mungkin ada sekitar 12 sampai 15 macam,” ujar Aji Nanda sambil cekatan melayani pembeli.

Menurut Aji, lonjakan pembeli sudah mulai terasa sejak beberapa hari menjelang hari raya. Bahkan, stok bahan baku harus ia tambah berkali-kali lipat demi memenuhi permintaan warga yang melonjak tajam. Untuk mengantisipasi pasar, pasokan bahan baku yang biasanya habis dalam hitungan kilogram, kini meroket hingga satu, dua, bahkan tiga kuintal untuk masing-masing bahan.

Menariknya, meski permintaan pasar meningkat drastis, harga jual bumbu di kios tersebut tetap stabil. Aji memilih tidak menaikkan harga sama sekali demi menjaga loyalitas pelanggannya.

Di kios ini, pembeli bisa mendapatkan bumbu giling mulai dari harga Rp5 ribu saja, disesuaikan dengan kebutuhan memasak masing-masing. Namun, tak jarang ada pelanggan yang datang membeli dalam jumlah besar dengan nilai transaksi mencapai Rp3 hingga Rp5 juta rupiah. Pembelian skala besar ini biasanya digunakan untuk kebutuhan hajatan besar atau konsumsi bersama keluarga besar saat momen Iduladha.

Salah seorang pelanggan, Slamet, warga Kagokan, Pajang, Solo, mengaku hampir setiap momen Iduladha selalu membeli bumbu giling siap masak di Pasar Kleco. Menurutnya, bumbu racikan seperti ini jauh lebih praktis dan menghemat waktu ketimbang harus mengulek dan membuat sendiri dari awal di rumah.

“Tadi beli bumbu rica sama tongseng untuk masak sendiri di rumah. Kalau bumbu dasarnya dari sini sebenarnya sudah cukup dan pas, tinggal disesuaikan sedikit dengan selera keluarga di rumah,” ujarnya.

Momen setahun sekali ini membuktikan bahwa tradisi mengolah daging kurban memang selalu menghadirkan cerita hangat dan berkah tersendiri di tengah masyarakat, baik bagi konsumen maupun para pedagang bumbu lokal. (SF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....