Kurban Asyik Tanpa Plastik, Masjid Al-Jariyah Banyuanyar Beralih ke Besek Bambu

  • 27 Mei 2026 18:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Ada yang unik dan berbeda dalam pelaksanaan ibadah penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Jariyah, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Pihak panitia mulai menginisiasi gerakan peduli lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan kantong plastik sebagai wadah pembungkus daging kurban.

Sebagai langkah awal perubahan, panitia memilih untuk memanfaatkan besek atau keranjang yang terbuat dari anyaman bambu. Langkah ini diambil untuk meminimalisir sumbangsih sampah plastik yang biasanya melonjak drastis di lingkungan pemukiman setiap kali perayaan hari raya kurban berlangsung.

Ketua Panitia Kurban Masjid Al-Jariyah, Daryono, mengonfirmasi bahwa penyembelihan hewan kurban tahun ini dimulai tepat pukul 07.30 WIB setelah jemaah selesai melaksanakan salat Iduladha. Seluruh prosesi pemotongan hingga pemaketan daging berjalan lancar dan sukses terdistribusi secara merata kepada warga yang berhak tepat pada pukul 15.00 WIB.

Daryono yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta menjelaskan, penggunaan besek bambu ini memang baru bisa direalisasikan secara terbatas. Untuk saat ini, wadah ramah lingkungan tersebut diprioritaskan khusus bagi kategori shohibul kurban atau warga yang menyerahkan hewan kurban saja. Hal tersebut dikarenakan adanya pertimbangan kondisi keuangan panitia yang harus dikalkulasikan secara matang.

"Kita pengin sedikit mulai merubahlah ya, kita penginnya semuanya pakai besek, tapi ternyata ya karena secara keuangan belum memungkinkan, jadi baru kita yang sohib kurban dulu pakai besek. Nanti jemaah masih terpaksa pakai kresek karena yang lebih murah," ujar Daryono saat memberikan keterangan pada Rabu, 27 Mei 2026.

Meski belum bisa diterapkan secara menyeluruh ke seluruh lapisan jemaah penerima kurban, Daryono menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah awal yang sangat krusial. Pihak panitia memiliki komitmen jangka panjang untuk mengedukasi masyarakat agar perlahan-lahan meninggalkan ketergantungan pada kantong plastik sekali pakai.

"Ke depannya kita usahakan nanti mulai kita hilangkan sampah plastik itu," kata Daryono menerangkan di Masjid Al-Jariyah.

Proses pengerjaan hewan kurban di masjid ini juga tergolong mandiri karena melibatkan sekitar 250 orang panitia yang seluruhnya merupakan jemaah dan warga sekitar. Seluruh daging kurban dari 12 ekor sapi dan 25 ekor kambing yang disembelih, dibagikan secara gotong royong tanpa menggunakan jasa jagal sewaan dari luar kota.(Ryan Assyidiqi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....