Hari Raya Kurban, Tusuk Sate, Arang hingga Anglo Ikut Laris Manis Diburu Warga

  • 28 Mei 2026 10:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi para pedagang perabot rumah tangga di Kota Solo. Permintaan berbagai perlengkapan pendukung penyembelihan dan pengolahan hewan kurban, seperti tusuk sate, kipas bambu (tepas), hingga anglo (tempat bakaran), dilaporkan meningkat tajam.

Seorang pedagang perabot di kios 'Yanti Busarno', Marmono, mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan sudah mulai terasa sejak sepekan menjelang Iduladha. Perlengkapan membakar sate menjadi produk yang paling diburu oleh warga maupun pedagang eceran.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Marmono sengaja menyiapkan stok dalam jumlah besar.

"Untuk tusuk sate ikat, kami menyediakan sekitar 2.500 ikat. Sedangkan tusuk sate kemasan plastik mencapai 20 karung, dengan isi sekitar 60 pak per karung. Selain itu, kami juga menyiapkan sekitar 1.000 kipas bambu dan 700 anglo," ujar Marmono saat ditemui di kiosnya, Rabu 27 Mei 2026.

Marmono menambahkan, pembeli di kiosnya mayoritas merupakan pedagang kecil yang akan menjual kembali barang-barang tersebut di pasar tradisional maupun lingkungan perkampungan.

Menurutnya, peningkatan penjualan saat musim kurban ini berkali-kali lipat dibanding hari biasa. Jika pada hari normal tusuk sate hanya terjual sekitar satu karung, saat Iduladha permintaannya bisa meningkat hingga sepuluh kali lipat.

Untuk memenuhi omzet tersebut, Marmono mendatangkan barang dagangannya dari sejumlah daerah di luar Solo, salah satunya kerajinan kipas bambu dari Boyolali. Terkait harga, kipas bambu dijual seharga Rp3.000 per buah, tusuk sate plastik Rp8.000 per pak, dan anglo dibanderol Rp12.000 per unit.

Berkah musiman ini juga dirasakan oleh Sulasna, seorang pedagang kelontong asal Keden, Gentan, Sukoharjo. Ia sengaja kulakan kipas bambu di Solo untuk dijual kembali di rumahnya.

"Kalau pas hari raya kurban lumayan banyak yang beli. Saya jual lagi di rumah. Dalam sehari bisa laku sampai 20 kipas bambu, bahkan bisa lebih saat permintaan sedang tinggi-tingginya," kata Sulasna.

Meningkatnya permintaan perlengkapan kurban ini menjadi angin segar dan berkah tahunan bagi para pelaku usaha mikro dan pedagang perabot musiman di wilayah Solo dan sekitarnya. SF

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....