Konsumsi Sate Bakar Bijaksana Menjaga Kesehatan Tubuh Masyarakat

  • 18 Mei 2026 09:12 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sate menjadi kuliner favorit masyarakat Indonesia karena memiliki cita rasa khas, aroma menggugah, serta penyajian sangat menarik sekali. Proses pembakaran sate menggunakan arang menghasilkan rasa lezat, namun berpotensi memunculkan senyawa berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia seharihari.

Menurut penelitian Universitas Brawijaya, pembakaran daging menghasilkan senyawa karsinogenik heterocyclic amines dan polycyclic aromatic hydrocarbons dalam makanan bakaran. Senyawa tersebut muncul akibat pembakaran tidak sempurna ketika lemak daging menetes langsung mengenai bara arang panas saat memasak.

Konsumsi sate bakar sebenarnya tetap aman apabila masyarakat memperhatikan kebersihan bahan, proses, serta frekuensi mengonsumsinya dalam kehidupan seharihari. Pemilihan daging segar, penggunaan bumbu alami, serta pengaturan jarak pembakaran membantu mengurangi risiko kesehatan tubuh bagi masyarakat luas.

Penelitian Institut Pertanian Bogor menunjukkan bumbu tradisional mampu menurunkan kandungan polisiklik aromatik hidrokarbon selama pembakaran daging sate ayam. Penggunaan bumbu berbahan kunyit, bawang, dan ketumbar diketahui membantu menghambat pembentukan senyawa berbahaya selama pembakaran sate secara alami.

Selain kandungan karsinogenik, asap pembakaran sate juga menghasilkan karbon monoksida yang mengganggu sistem pernapasan manusia dalam jangka panjang. Penjual sate pinggir jalan memiliki risiko paparan asap lebih tinggi dibandingkan masyarakat yang hanya mengonsumsi sesekali di rumah.

Masyarakat sebaiknya menghindari bagian sate terlalu gosong karena kandungan zat berbahaya biasanya meningkat setelah pembakaran berlebihan dalam memasak. Penggunaan alat pembakaran modern berbahan gas dianggap lebih baik dibandingkan arang karena menghasilkan asap lebih sedikit bagi kesehatan.

Pola konsumsi seimbang disertai olahraga teratur membantu tubuh mengurangi dampak negatif makanan bakaran terhadap kesehatan manusia setiap hari. Dengan pengolahan tepat, sate bakar tetap menjadi makanan tradisional lezat sekaligus aman dikonsumsi masyarakat Indonesia seharihari secara bijaksana.(Aris)

Referensi:

  1. Jurnal Litbang Sukowati tentang pemicu kanker makanan bakar
  2. Buletin Peternakan Universitas Gadjah Mada tentang sate kambing bakar
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....