Tragis, Nenek 83 Tahun Sebatang Kara di Gondang Sragen Tewas Tertimpa Rumah Roboh

  • 14 Sep 2026 14:54 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Seorang lansia sebatang kara, Mbah Satiyem (83), di Dukuh Dimoro RT 17, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen tewas tertimpa rumahnya yang ambruk Senin 14 September siang. Rumah berbahan konstruksi bambu tersebut ambruk diduga akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.

Kepala Desa (Kades) Kaliwedi, Daryono, mengklarifikasi kejadian musibah yang menimpa salah satu warganya tersebut. Ia menjelaskan bahwa Mbah Sutiyem selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut.

"Mbah Satiyem ini umurnya sudah hampir 90 tahun, warga RT 17 Dukuh Dimoro. Rumahnya memang konstruksi bambu dan posisinya magersari di lahan milik warga setempat," ujar Daryono saat dikonfirmasi, Senin siang.

Daryono mengungkapkan, struktur kayu dan bambu bangunan rumah tersebut menurutnya sudah rapuh, sehingga tidak mampu lagi menopang beban hingga akhirnya ambruk. Meski kondisi rumahnya memprihatinkan, Mbah Sutiyem dikenal sosok yang kuat dan masih bisa beraktivitas secara mandiri.

Kades Kaliwedi menjelaskan bahwa secara ekonomi, Mbah Sutiyem sebenarnya berasal dari keluarga yang cukup mampu. Cucu-cucunya berada di berbagai daerah, bahkan ada yang bekerja di luar negeri seperti Jepang, serta beberapa kerabat yang tinggal di Jakarta.

Pihak desa, warga sekitar, maupun pihak keluarga sebenarnya sudah berulang kali membujuk dan memfasilitasi agar Mbah Sutiyem mau pindah dan tinggal bersama anak atau cucunya demi keamanan serta kesehatannya. Namun, sang nenek selalu menolak dan memilih bertahan di rumah bambunya.

"Sebenarnya mau dievakuasi atau diajak tinggal di tempat anak maupun cucunya, beliau tidak mau. Maunya tetap tinggal di rumah itu. Padahal cucunya ada yang di Jepang, ada yang jadi pengusaha di Jakarta. Tapi beliaunya memang kekeh tidak mau dipindah," kata Daryono menjelaskan.

Lantaran sang nenek enggan pindah, warga setempat bersama pengurus RT secara berswadaya kerap merawat dan memperbaiki rumah bambu tersebut tiap tahunnya agar layak huni.

Mengenai jaminan sosial, Daryono memastikan Mbah Sutiyem mendapat perhatian penuh dari pemerintah desa maupun daerah. Lansia tersebut terdaftar secara aktif sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta bantuan pangan (BPMT).

"Kalau untuk bantuan sosial seperti BLT dan bantuan beras/pangan semua dapat secara rutin. Yang mengurusi administrasi dari RT, sedangkan untuk kebutuhan makan sehari-hari juga disokong oleh keluarga dan cucu-cucunya," ucap dia.

Adapun terkait program bedah rumah (RTLH), Daryono menyebutkan bahwa rumah Mbah Sutiyem tidak bisa diajukan program bedah rumah resmi dari pemerintah karena status tanahnya yang menumpang (magersari) di atas lahan milik warga lain (Pak Sutarno). Oleh sebab itu, penanganan perbaikan rumah selama ini mengandalkan swadaya dan kepedulian warga sekitar.

Aparat Kepolisian Polsek Gondang Sragen melakukan olah tempat kejadian perkara TKP rumah roboh di Dukuh Dimoro Desa Kaliwedi Kecamatan Gondang Sragen. (Foto: RRI/Kades Kaliwedi)

Kapolsek Gondang, AKP Suparno, membenarkan adanya insiden rumah ambruk yang memakan korban jiwa tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, peristiwa diperkirakan terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB.

"Betul, korban meninggal dunia adalah pemilik rumah. Kondisi bangunan memang sudah tua, berupa rumah gedheg (bambu) dan berdiri di atas tanah pinjaman. Korban tinggal sendirian di rumah reot tersebut," ujar AKP Suparno saat dikonfirmasi.

AKP Suparno menjelaskan bahwa ambruknya rumah bukan disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem seperti angin kencang, melainkan murni karena material kayu dan bambu yang sudah rapuh termakan usia.

Sebelum insiden ini terjadi, warga dan tetangga sekitar sebenarnya sudah sering menaruh kepedulian terhadap kondisi korban. Mereka sempat beberapa kali mengajak Mbah Satiyem untuk pindah ke tempat yang lebih aman, namun korban selalu menolak secara halus.

"Tetangga-tetangga sebenarnya sudah peduli dan sempat mengajak korban pindah, tapi beliau tidak mau," ucap Kapolsek.

Saat ini, pihak kepolisian bersama warga setempat telah mengevakuasi jasad korban dari reruntuhan bangunan. Petugas juga tengah melengkapi laporan resmi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lebih lanjut. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....