Kado Bahagia HUT Bhayangkara, Mbah Lampi Dituntun Kapolres Sragen Masuk Rumah Baru

  • 01 Jul 2026 07:32 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Langkah kaki Mbah Lampi hari itu terasa lebih ringan, meski harus bertumpu pada jemari Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari. Di usianya yang senja, lansia yang selama ini menghabiskan hari-harinya seorang diri itu tak mampu menyembunyikan binar bahagia di matanya.

Sehari menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, gubuk reyotnya di Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, telah berubah wujud menjadi rumah yang kokoh dan nyaman. Momen haru pecah saat Kapolres menggandeng erat tangan keriput Mbah Lampi, menuntunnya perlahan melewati pintu rumah barunya.

Tepuk tangan riuh dan bisikan doa dari tetangga sekitar menyambut langkah mereka. Bagi Mbah Lampi, bangunan ini bukan sekadar dinding dan atap baru, melainkan sebuah keajaiban yang hadir di masa tuanya.

Peresmian rumah ini menjadi kado indah sekaligus penutup dari rangkaian program bedah rumah yang diinisiasi Polres Sragen dalam bakti sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Suasana khidmat begitu terasa saat prosesi pemotongan tumpeng dan doa bersama dimulai.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada lansia Mba Lampi (83) yang hidup sendirian dalam peresmian RTLH di Gading, Tanon, Sragen. (Foto: RRI/Humas Polres Sragen)

Acara ini turut dihadiri oleh Wakapolres, Pejabat Utama Polres Sragen, Kapolsek sewilayah Kawedanan Gemolong, Kepala Desa Gading beserta perangkatnya, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para relawan yang sejak awal mengucurkan keringat bergotong-royong.

Dalam sambutannya yang menyentuh, Kapolres Sragen menegaskan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni atau refleksi internal institusi Polri, melainkan momentum nyata untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat melalui aksi kemanusiaan.

"Rumah ini bukan sekadar bangunan fisik. Di dalam dinding-dinding ini, ada harapan, ada kepedulian, ada keringat gotong royong, dan ada kasih sayang dari banyak pihak yang ingin melihat Mbah Lampi hidup lebih nyaman dan layak di masa tuanya," ujar AKBP Dewiana dengan nada bergetar penuh empati.

AKBP Dewiana menceritakan, program ini bermula dari laporan warga mengenai kondisi Mbah Lampi. Hidup sebatang kara di dalam rumah yang nyaris roboh dan tak layak huni membuat Polres Sragen bergerak cepat.

Personel dikerahkan, material dikirim, dan bersama warga sekitar, pembangunan dikebut hingga selesai tepat sehari sebelum hari jadi Polri.

Bagi Polres Sragen, esensi kehadiran Polri harus dirasakan langsung oleh masyarakat jelata bukan hanya soal penegakan hukum atau menjaga keamanan, tetapi juga tentang memberikan uluran tangan yang mampu memantik kembali harapan hidup warga yang membutuhkan.

Sepanjang acara, kehangatan begitu terasa. Warga desa yang sejak hari pertama ikut memandikan fondasi hingga memasang genting tampak larut dalam kebahagiaan. Mereka bersyukur, tetangga lansia yang mereka hormati kini tak perlu lagi cemas saat hujan deras atau angin kencang melanda Tanon.

Tangis haru Mbah Lampi nenek sebatang kara (83) setelah rumahnya kini lebih nyaman berkat bedah RTLH Polres Sragen. (Foto: RRI/Humas Polres)

Kebersamaan yang tercipta antara Polri, pemerintah desa, relawan, dan warga ini menjadi bukti hidup bahwa urat nadi gotong royong di Bumi Sukowati belum terputus. Sinergi inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di pelosok daerah.

Program bedah rumah Mbah Lampi merupakan potret nyata dari implementasi tema "Polri Untuk Masyarakat" pada Hari Bhayangkara ke-80. Ini bukan sekadar tentang membedah hunian, melainkan tentang merajut kembali optimisme, menghadirkan keadilan sosial, dan mempererat ikatan batin antara polisi dan rakyatnya.

Di penghujung hari, sebelum berpamitan, Kapolres kembali menemani Mbah Lampi melihat-lihat setiap sudut ruangan rumah barunya yang bersih. Senyum simpul yang terukir di wajah lega sang nenek menjadi hadiah paling berharga bagi Polres Sragen jelang ulang tahunnya—sebuah simbol bahwa pengabdian terbaik adalah ketika mampu menjadi pelipur lara bagi mereka yang terlupakan. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....