Puluhan Warga Miskin Terima Bantuan RTLH 10 Juta dari Pemkab Sragen

  • 21 Apr 2026 07:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Sedikitnya 20 warga Kabupaten Sragen menerima bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bantuan ini sebagai wujud sinergitas antara Tim Penggerak PKK dan Pemerintah Kabupaten Sragen.

Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sragen, Ny. Linda Sigit Pamungkas, di Gedung Sasana Budaya Sukowati beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Tata Ruang (Disperkimtaru) Sragen, Aris Wahyudi, menjelaskan bahwa program Rumah Sehat ini dilatarbelakangi masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam membangun hunian yang layak, serta tingginya risiko penyakit akibat rumah yang tidak sehat.

“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga melalui hunian yang bersih, layak, dan sehat secara sanitasi,” ujarnya, Senin 20 April.

Aris menambahkan, pada tahun anggaran 2026 terdapat 20 unit rumah yang mendapatkan bantuan, tersebar di 20 kecamatan dan 20 desa. Masing-masing menerima Rp10 juta, dengan rincian Rp1.250.000 untuk upah tenaga kerja dan Rp8.750.000 untuk bahan bangunan.

Adapun kriteria penerima bantuan diutamakan bagi keluarga dengan kepala keluarga perempuan atau janda, masuk dalam kategori desil 1–5, berdomisili sesuai KTP, serta memiliki identitas diri. Selain itu, penerima juga diharapkan memiliki swadaya untuk mendukung penyelesaian perbaikan rumah.

“Bantuan ini memang belum sepenuhnya mencukupi, sehingga kami harapkan adanya gotong royong dan swadaya masyarakat agar kualitas rumah benar-benar meningkat,” jelasnya.

Salah satu penerima bantuan, Suminem, warga Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. “Alhamdulillah, sangat membantu untuk memperbaiki rumah kami agar lebih layak dan nyaman,” katanya.

Melalui program ini, diharapkan kualitas hunian masyarakat meningkat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, mandiri, dan sejahtera di Kabupaten Sragen.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sragen Linda Sigit Pamungkas, menegaskan pentingnya konsep rumah sehat dalam kehidupan keluarga. Menurutnya, rumah sehat tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kenyamanan, pendidikan anak, hingga kesehatan mental anggota keluarga.

“Kalau rumah nyaman, anak-anak akan betah belajar di rumah. Sebaliknya, jika tidak nyaman, mereka cenderung lebih sering di luar, yang bisa berdampak pada masa depan mereka,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kerapian rumah, serta memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman pangan seperti cabai, tomat, terong, dan pepaya guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

Program ini turut didukung oleh Baznas yang memberikan bingkisan kepada para penerima manfaat, serta bantuan tanaman untuk pemanfaatan pekarangan rumah. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....