Antisipasi El Nino, 437 Lokasi di Sragen Diusulkan Bantuan Irigasi Perpompaan

  • 16 Agt 2026 07:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sragen mempercepat verifikasi dan validasi (verval) lapangan terkait usulan bantuan program irigasi perpompaan tahun 2026 dari Kementerian Pertanian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran lokasi penerima bantuan demi menjaga produktivitas lahan pertanian daerah.

Plt. Kepala DKP3 Sragen, Tugiyono, menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian menyediakan alokasi bantuan irigasi perpompaan untuk 200 lokasi sumur dalam di Kabupaten Sragen. Respons gabungan kelompok tani (gapoktan) dan kelompok tani (poktan) sangat tinggi, terbukti dari masuknya 437 usulan lokasi.

"Data tersebut dikirim ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah di Semarang agar dilihat dengan teknologi citra satelit untuk mengetahui cadangan airnya. Sementara tim DKP3 Sragen juga diterjunkan untuk verval ke lapangan," ujar Tugiyono, Kamis 13 Agustus lalu.

Setiap lokasi penerima akan mendapatkan alokasi bantuan senilai Rp175 juta. Paket bantuan ini mencakup unit pompa, pembangunan rumah pompa, hingga instalasi listrik yang bersumber dari PLN maupun tenaga surya. Program ini merupakan langkah responsif atas pemetaan peringatan dini BMKG terkait potensi kemarau panjang akibat El Nino, guna menjaga pola tanam dan panen hingga tiga kali dalam setahun.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian DKP3 Sragen, Laksana Ambar Kusuma, mengungkapkan hingga Kamis 13 Agustus tim lapangan bersama penyuluh dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) telah menyelesaikan verval di 159 lokasi.

Pihaknya optimistis memenuhi kuota target 200 lokasi untuk diajukan ke Badan Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) pada pekan ini.

"Dari hasil verval ternyata ditemukan beberapa lokasi yang potensi cadangan airnya masuk dalam kategori sedang dan kecil, bahkan ada yang langka atau tidak bisa diajukan untuk mendapat bantuan," kata Laksana.

Menghadapi musim kemarau, Laksana menambahkan bahwa sektor pertanian di wilayah selatan Bengawan Solo relatif terjaga karena masih menerima pasokan air dari Dam Colo Timur dan Bendungan Gondang.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Karangmalang, Masaran, Sidoharjo, Sragen, Ngrampal, Gondang, dan Sambungmacan. Selain mengandalkan pasokan dam, petani juga terus didorong memanfaatkan sumber irigasi alternatif mandiri berbasis sumur dalam dan pompa listrik. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....