Antisipasi Potensi El Nino, Pemprov Jateng Gelar Apel Kesiapsiagaan di Boyolali
- 24 Jun 2026 22:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Mengantisipasi adanya potensi fenomena El Nino yang mampu menimbulkan kekeringan dan kebakaran, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan apel kesiapsiagaan di Bumi Perkemahan Indra Prastha, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali pada Rabu, 24 Juni 2026.
Apel yang dipimpin langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Heru Djatmika ini diikuti 500 personel gabungan lintas sektor, dari unsur BPBD, Damkar, TNI-Polri, Basarnas, Pecinta Alam, Perum Perhutani hingga Pramuka.
Ditemui setelah memimpin jalannya apel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Heru Djatmika mengatakan bahwa kegiatan ini diadakan menyusul informasi BMKG terkait potensi El Nino yang akan terjadi.
"Apel siaga untuk menghadapi ancaman kebakaran karena sebagaimana informasi dari BMKG tahun 2026 ini adalah tahun El Nino. Kemarin sudah dirapatkan di Menkopolhukam bahwa kita mulai dari daerah harus menyiapkan jika terjadi," kata Heru Djatmika.
Heru Djatmika turut menjelaskan alasan apel diadakan di Kabupaten Boyolali karena lokasi yang dekat dengan gunung Merbabu. Menurutnya gunung-gunung di Jawa Tengah memiliki potensi rawan kebakaran hutan.
"Jawa Tengah itu daerah-daerah yang rawan kebakaran termasuk di gunung-gunung. Gunung Lawu, Merapi, Merbabu dan Slamet itu sangat rawan kebakaran hutan. Kalau tidak di gunung mungkin di daerah yang kering seperti di Blora, Rembang itu juga rawan kebakaran," katanya menambahkan.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, seluruh pihak berkomitmen memperkuat langkah pencegahan agar kejadian karhutla besar seperti tahun 2023 tidak terulang kembali.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan antisipasi kesiapsiagaan dalam bencana yang bisa ditimbulkan dari El Nino, salah satunya kekeringan.
"Saat ini BPBD Kabupaten Boyolali telah menyiapkan baik terkait dengan personel, logistik, kami sudah menyiapkan kurang lebih sekitar 1,25 juta liter untuk antisipasi apabila masyarakat membutuhkan dropping air, kita siap untuk memenuhi kebutuhan," ucap Ari Wahyu Prabowo.
Lebih lanjut, Ari Wahyu Prabowo juga berharap meskipun terjadi El Nino tetapi ada hujan yang sesekali turun untuk bisa meminimalisir risiko kekeringan di beberapa wilayah. Masih sama dengan tahun lainnya, Ari mengatakan wilayah yang memiliki risiko ada di delapan Kecamatan.
"Kita berharap masih ada curah hujan untuk meminimalisir risiko kekeringan. Seperti tahun sebelumnya, beberapa Kecamatan yang menjadi langganan bencana kekeringan ini wilayah Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamudro, Tamansari, Musuk, Cepogo dan Selo," ucapnya menambahkan. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....