BTNGMb Fokus Mitigasi Kebakaran Wilayah Kopeng dan Selo, Antisipasi El Nino
- 25 Jun 2026 07:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Antisipasi fenomena El Nino yang akan berlangsung pada Agustus hingga September, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) sudah melakukan serangkaian persiapan ataupun mitigasi kebakaran hutan.
Ditemui setelah mengikuti apek kesiapsiagaan Karhutla di Bumi Perkemahan Indra Prastha, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali pada Rabu, 24 Juni 2026, Kepala BTNGMb, Anggit Haryoso memprediksi El Nino yang akan berlangsung di Indonesia ataupun Pulau Jawa khususnya adalah El Nino moderat kuat dan bukan godzila.
Dirinya juga mengatakan bahwa ada dua lokasi yang menjadi fokus dalam antisipasi kebakaran hutan jika El Nino terjadi, yakni wilayah Kopeng Kabupaten Semarang dan Selo Kabupaten Boyolali.
"Kita sudah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan perangkat desa juga aparat pemerintah lainnya. Harapannya kita mampu memitigasi kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan cepat. Wilayah paling rawan di Taman Nasional Gunung Merbabu berdasarkan kejadian, yakni wilayah Kopeng Kabupaten Semarang dan wilayah Selo Kabupaten Boyolali," kata Anggit Haryoso.
Lebih lanjut, Anggit Haryoso menegaskan bahwa dua wilayah rawan tersebut menjadi fokus mitigasi kebakaran. Dirinya menjelaskan sudah melakukan sekat bakar untuk mengurangi pengeluaran bahan bakar dalam melakukan pemadaman.
"Lokasi Selo dan Kopeng itu kita memberikan perhatian lebih, antara lain dengan membuat sekat bakar, agar potensi bahan bakar yang selama ini tersimpan bisa dikurangi," katanya menambahkan.
Mengacu pada kejadian kebakaran sebelumnya yang sudah pernah terjadi, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) menginformasikan biasanya titik api muncul tidak secara alami, melainkan diduga karena kecerobohan pendaki maupun pembukaan lahan oleh masyarakat.
Demi memastikan tidak adanya kebakaran, BTNGMb turut meminta masyarakat yang ingin membuka lahan agar tidak melakukan pembakaran dan lebih menggunakan skema-skema tanpa bakar. Sementara bagi para pendaki juga diminta tidak membuat api unggun selama musim kemarau.
Namun jika sudah terpaksa membuat api unggun, diharapkan para pendaki bisa benar-benar memastikan api padam atau tidak ada lagi yang menyala ketika ingin meninggalkan lokasi. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....