Waspadai Fenomena Godzila El Nino di Indonesia

  • 22 Mar 2026 18:29 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Fenomena El Niño dengan tingkat keparahan yang tinggi, yang dijuluki “Godzilla,” diprediksi akan mendekati wilayah Indonesia pada Agustus 2026. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya suhu permukaan laut di bagian timur Samudra Pasifik.

Menurut informasi dari @Good News From Indonesia, Indonesia berpotensi mengalami Godzilla El Niño pada awal April 2026, yang dapat menyebabkan kekeringan di daratan karena musim kemarau yang semakin panjang dan panas. Namun, sebutan Godzilla El Niño, yang dikenal karena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator, ternyata juga memberikan manfaat bagi para nelayan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat bahwa meskipun fenomena ini sering dikaitkan dengan kekeringan di darat, bagi sektor kelautan, perubahan musim ini sebenarnya menjadi waktu yang baik untuk meningkatkan kesuburan laut melalui fenomena naiknya permukaan air. Jika fenomena ini cukup kuat, dapat menyebabkan gangguan signifikan pada pola iklim dan memperkuat penyimpangan cuaca dari kondisi biasa.

Bagi Indonesia, efeknya adalah musim kemarau yang lebih panjang dan kering, meningkatnya risiko kekeringan, masalah pasokan air, serta kebakaran hutan dan lahan. Widodo Pranowo, seorang peneliti utama di bidang oseanografi terapan dan manajemen pesisir pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer di BRIN, menjelaskan mengapa fenomena ini justru menyebabkan peningkatan kesuburan laut. Pertama, karena awal musim kemarau merangsang pergerakan Angin Timuran yang cukup kuat.

Angin ini mendorong lapisan air permukaan laut menjauh dari pantai dan digantikan oleh air dingin yang kaya nutrisi dari kedalaman laut. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara Angin Timuran dan fenomena El Niño dapat meningkatkan intensitas upwelling, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan jumlah ikan pelagis.

Fenomena ini tentu saja memiliki dampak signifikan bagi industri perikanan. Fitoplankton diperkirakan akan mulai berkembang pada April-Mei 2026, kemudian meningkat pesat pada Juni 2026, dengan puncaknya terjadi pada Juli-Agustus 2026.

Prediksi ini menunjukkan bahwa akan ada banyak ikan pelagis kecil, termasuk lemuru, di Selat Bali. "Dinamika laut ini sangat dipengaruhi oleh variasi iklim.

Jika El Niño 2026 memang terjadi, penguatan upwelling tidak hanya di sekitar selatan Jawa, tetapi juga akan mempengaruhi perairan Indonesia lainnya," kata Widodo. Dampak lebih lanjut mencakup tekanan pada sektor pertanian, ketahanan pangan, serta stabilitas lingkungan karena perubahan pola curah hujan dan meningkatnya frekuensi cuaca yang ekstrem. (Syurie Ariandani)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....