DPRD Tunggu Hasil Uji Lab Dugaan Keracunan Lebih dari Seratus Siswa SDII Al Abidin
- 02 Agt 2026 15:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Komisi IV DPRD Kota Surakarta masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan yang dialami lebih dari 100 siswa SDII Al Abidin Surakarta. DPRD menegaskan belum akan menyimpulkan penyebab insiden sebelum seluruh hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Sugeng Riyanto, mengatakan pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDII Al Abidin pada Jumat 31 Juli 2026 setelah menerima laporan adanya ratusan siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai kegiatan belajar pada Selasa 28 Juli 2026.
Menurut Sugeng, Komisi IV langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan penanganan terhadap para siswa berjalan dengan baik sekaligus menelusuri penyebab kejadian.
"Komisi IV hari ini mendapat laporan dari masyarakat bahwa pada Selasa kemarin sekitar seratusan siswa mengalami mual, muntah, dan pusing. Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Satgas MBG. Ketiganya sudah bergerak melakukan langkah-langkah untuk menelusuri sumber masalah yang menyebabkan anak-anak mengalami gejala tersebut," kata Sugeng.
Ia menjelaskan, hingga kini belum ada kesimpulan apakah gejala tersebut dipicu makanan Program MBG, makanan kantin, air minum, atau faktor lainnya. Hal itu karena seluruh sampel masih menjalani pemeriksaan laboratorium.
Sugeng menyebut terdapat tiga sampel utama yang diuji, yakni makanan MBG, makanan kantin, dan air minum sekolah.
"Hasil uji laboratorium diperkirakan baru selesai Selasa mendatang. Ada tiga sampel yang diperiksa, yakni makanan MBG, makanan kantin, dan air minum. Karena kasus ini cukup unik, ada siswa yang tidak mengonsumsi MBG dan tidak jajan di kantin tetapi mengalami gejala, ada yang hanya mengonsumsi MBG tanpa jajan di kantin juga terdampak, bahkan ada yang hanya jajan di kantin tanpa mengonsumsi MBG juga mengalami gejala. Kasusnya sangat acak sehingga kami tidak bisa menyimpulkan lebih dulu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SDII Al Abidin Surakarta, Sri Wahyuningsih, mengatakan pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat begitu muncul laporan siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
Menurutnya, sekolah segera berkoordinasi dengan SPPG untuk menghentikan sementara distribusi Program MBG sebagai langkah pencegahan. Selain itu, makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut tidak lagi dijual di kantin sekolah.
"Hari itu juga kami langsung berkoordinasi dengan SPPG untuk menghentikan sementara program MBG sebagai langkah preventif. Makanan yang dicurigai di kantin juga tidak lagi dijual dan hanya diperbolehkan menjual makanan kemasan. Puskesmas bersama SPPG langsung melakukan pemeriksaan di kantin dan tidak menemukan makanan yang sudah kedaluwarsa," jelas Sri.
Ia menambahkan, seluruh sampel yang diperlukan, mulai dari makanan MBG, makanan kantin, air minum hingga sampel muntahan siswa telah diserahkan kepada Puskesmas untuk diperiksa di laboratorium.
Komisi IV DPRD Kota Surakarta memastikan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga hasil laboratorium keluar sebagai dasar menentukan langkah evaluasi selanjutnya. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....