DPRD Minta Evaluasi Penyebab dari Dugaan Keracunan Siswa SDII Al Abidin

  • 02 Agt 2026 15:55 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Komisi IV DPRD Kota Surakarta meminta evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun pengelolaan kantin sekolah menyusul dugaan keracunan yang dialami 105 siswa SDII Al Abidin Surakarta.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Komisi IV melakukan inspeksi mendadak ke sekolah pada Jumat 31 Juli 2026. DPRD menilai hasil uji laboratorium nantinya harus menjadi dasar pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Sugeng Riyanto, mengatakan apabila hasil laboratorium menunjukkan sumber masalah berasal dari Program MBG, maka evaluasi harus dilakukan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebaliknya, jika penyebab berasal dari kantin sekolah, maka sistem pengelolaan kantin juga harus dibenahi.

"Ini menjadi warning bagi semua pihak. Kalau nanti hasilnya mengarah ke SPPG atau MBG, berarti seluruh SPPG harus melakukan evaluasi agar makanan yang disajikan benar-benar berkualitas dan aman bagi penerima manfaat. Kalau ternyata berasal dari kantin, maka pengelolaan kantin juga harus dibenahi. Yang jelas kita semua ingin anak-anak mendapatkan makanan terbaik dan aman untuk dikonsumsi," tegas Sugeng.

Ia menambahkan DPRD tidak ingin mengambil kesimpulan lebih awal sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diterima.

"Kita tunggu hasil laboratoriumnya. Dari hasil itulah nanti kita dapat menentukan treatment atau langkah yang paling tepat sesuai penyebab yang ditemukan," imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Martuti Handayani, menyoroti pentingnya peningkatan standar kebersihan lingkungan sekolah, termasuk kualitas air minum dan pengelolaan kantin.

Menurutnya, aspek higienitas harus menjadi perhatian serius agar keamanan pangan di lingkungan sekolah benar-benar terjamin.

"Air galon yang ditempatkan di guci perlu lebih diperhatikan higienitasnya. Lingkungan sekolah harus terus dijaga kebersihannya. Selain itu, jajanan di kantin juga perlu dievaluasi agar kualitas makanan benar-benar sesuai dengan standar, apalagi ini merupakan sekolah bertaraf internasional," kata Martuti.

Kepala SDII Al Abidin Surakarta, Sri Wahyuningsih, mengatakan kondisi para siswa saat ini terus membaik. Dari total 105 siswa yang sempat mengalami gejala, sebagian besar telah pulih dan kembali beraktivitas.

"Alhamdulillah, per hari ini anak-anak sudah banyak yang membaik dan kembali sehat. Ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi kami," ujarnya.

Sri menjelaskan saat ini hanya empat siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan tidak seluruhnya berkaitan dengan dugaan keracunan.

"Saat ini ada empat anak yang masih dirawat. Ada yang menjalani perawatan karena usus buntu, ada yang memang karena mual muntah. Karena itu, kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya dan tetap menunggu hasil uji laboratorium," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, sekolah menghentikan sementara Program MBG, membatasi penjualan makanan di kantin hanya untuk produk kemasan, melaksanakan pembelajaran secara daring pada Jumat, serta bekerja sama dengan PMI melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah sembari menunggu hasil uji laboratorium. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....