BPOM Surakarta Perkuat Keamanan Pangan Program MBG

  • 30 Jul 2026 15:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surakarta menggelar Advokasi Program Edukasi Pembudayaan Keamanan Pangan bagi Penerima Manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balai Kota Surakarta, Rabu 29 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal memperkuat budaya keamanan pangan untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan pada pelaksanaan program MBG.

Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Purwanti, bersama Kepala Balai POM di Surakarta, Taufiqurrohman. Advokasi diikuti pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG.

Kepala Balai POM di Surakarta, Taufiqurrohman, mengatakan pihaknya berkomitmen mengawal seluruh rantai pasok pangan, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga makanan diterima oleh para penerima manfaat. Menurutnya, pengawasan dilakukan seiring dengan upaya edukasi kepada masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).

"Balai POM di Surakarta berkomitmen penuh menjalankan amanah untuk mengawal seluruh rantai pasok pangan mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga sampai ke tangan para penerima manfaat. Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga mengedepankan aspek edukasi melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat luas termasuk kepada penerima manfaat," ujar Taufiqurrohman.

Ia menegaskan Program MBG tidak hanya memastikan kecukupan gizi, tetapi juga keamanan pangan bagi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai penerima manfaat. Karena itu, pembudayaan keamanan pangan dinilai penting agar menjadi kebiasaan di lingkungan sekolah, penyedia pangan, maupun keluarga.

"Penyediaan pangan bergizi saja tidak cukup tanpa disertai budaya keamanan pangan. Kita ingin budaya keamanan pangan ini tertanam kuat dan menjadi kebiasaan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, unit penyedia pangan, maupun dalam keluarga," katanya.

Selain edukasi, Balai POM di Surakarta juga melakukan pengawasan langsung terhadap dapur-dapur penyelenggara MBG, khususnya yang memiliki tingkat risiko tinggi. Langkah preventif tersebut dilakukan untuk menekan potensi KLB keracunan pangan sekaligus mendukung target Zero Accident KLB di Kota Surakarta.

"Sebagai langkah preventif, Balai POM di Surakarta juga secara aktif melakukan pengawasan langsung ke dapur-dapur pengolahan MBG, khususnya yang masuk dalam kategori berisiko tinggi. Upaya ini merupakan langkah nyata untuk mencegah terjadinya kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan, sekaligus mendukung penuh visi Kota Surakarta dalam mencapai Zero Accident KLB," ucapnya.

Balai POM di Surakarta juga mendorong pembentukan kader keamanan pangan serta penguatan sinergi lintas sektor. Kolaborasi pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu membangun budaya keamanan pangan secara berkelanjutan sehingga pelaksanaan Program MBG berlangsung aman dan memberi manfaat optimal. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....