Mitra Dapur SPPG Tak Keberatan Kejari Sragen Turun Lakukan Inventarisasi MBG
- 24 Jun 2026 21:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN - Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen melakukan inventarisasi dan pengumpulan data terkait program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat di wilayah Kabupaten Sragen disambut baik Mitra dapur SPPG. Langkah kejaksaan itu dinilai untuk memperbaiki progam nasional agar kedepannya lebih baik lagi.
Budiono Rahmadi, salah satu mitra Dapur SPPG di Sragen, mendukung jika kejaksaan negeri bekerja untuk mensukseskan program MBG. Lantas meminta semua pihak menyikapi situasi ini dengan bijak.
Menurutnya, konsep awal program MBG Presiden RI sangat mulia untuk memfasilitasi kebutuhan gizi siswa sekolah secara merata tanpa memandang status sosial. Namun, nafsu untuk mengejar target secara instan membuat program ini justru kedodoran di lapangan.
"Selain kasus keracunan, publik saat ini dihebohkan dengan praktik culas berupa jual beli titik dapur SPPG dan mark-up pengadaan barang-barang yang tidak esensial," ucap dia saat dikonfirmasi, Rabu 24 Juni.
Ruang publik menyoroti pengadaan fasilitas mewah seperti TV 75 inci, kompor premium, hingga paket sepatu dan kaos kaki yang dinilai tidak berkorelasi langsung dengan urusan perut anak sekolah.
Budiono mengapresiasi langkah tegas pemerintah yang mulai menciduk sejumlah petinggi BGN Pusat yang terlibat skandal ini. Jika praktik jual beli titik ini dibiarkan, jumlah dapur akan overload dan anggaran negara dipastikan jebol. Imbasnya, BGN kini langsung mengunci portal pendaftaran dapur baru dan melakukan efisiensi besar-besaran.
"Efeknya sebenarnya bagus untuk memperbaiki tata kelola agar mitra tidak melihat ini sebagai murni bisnis, melainkan bagian dari menjalankan program negara," kata Budiono menandaskan.
Diberitakan sebelumnya Wakil Bupati Sragen sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sragen, Suroto, menyatakan dukungannya terhadap langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen yang mulai turun ke lapangan untuk memeriksa dapur-dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Bumi Sukowati.
Meski mengaku secara kelembagaan belum diajak berkoordinasi langsung oleh pihak kejaksaan terkait agenda tersebut, Suroto menilai langkah inventarisasi aset dan dana hibah dari Badan Gizi Nasional (BGN) itu merupakan hal yang positif.
"Belum, terus terang belum (diajak koordinasi). Tapi dengan wacana dari Kejaksaan itu, tanggapan Satgas bagus, maturnuwun," ujar Suroto saat ditemui awak media, Rabu 24 Juni 2026.
Suroto tidak menampik adanya berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG belakangan ini. Ia bahkan secara blak-blakan menyebut sistem dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) maupun Petunjuk Teknis (Juknis) dari BGN Pusat masih berantakan.
"Sistem di BGN yang carut-marut, ora karu-karuan. Kita berharap dan menunggu pergerakan lagi dari BGN dengan kepala yang baru ini nanti sistemnya seperti apa. Memang banyak perubahan yang harus dilakukan," katanya tegas. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....