Delapan SPPG Solo Terkena Suspend, Respati Ardi Intens Komunikasi dengan BGN
- 08 Jun 2026 18:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sebanyak delapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Solo terkena suspend Badan Gizi Nasional (BGN) karena ada permasalahan terkait IPAL. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo, Respati Ardi mengatakan semua dapur SPPG yang terkena suspend sudah diminta tim Satgas (Satuan Tugas) Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk bisa memenuhi syarat yang diminta BGN.
"Kita suruh minta untuk memenuhi izin-izinnya terkait lingkungan terutama dan ke-higienitas dari dapur. Jadi nanti ketika sudah berjalan dengan baik, nanti kami akan buka kembali dan hari ini sudah ada empat yang komitmen dan empat yang belum memenuhi," kata Respati Ardi.
Respati juga menambahkan bahwa dirinya sering berkomunikasi dengan Kepala BGN baru, Nanik Sudaryati untuk memberikan masukan-masukan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
"Tapi saya intens sekali hari ini komunikasi dengan bu Nanik, Kepala BGN untuk meng-update perkembangan MBG di Kota Solo. Saya banyak kasih masukan ke beliau. Dengan adanya penggantian Kepala BGN, semoga bisa lebih intens komunikasi dan bisa mengawal MBG ini justru lebih baik lagi," katanya mengatakan.
Sementara itu, Wakil Ketua Satgas MBG Kota Solo, Purwanti, mengatakan dari delapan SPPG yang sebelumnya terkena suspend, empat di antaranya telah dicabut status penghentian sementaranya karena seluruh catatan BGN telah dipenuhi.
"Empat sudah dicabut suspensinya karena sudah memenuhi apa yang menjadi catatan dari BGN,” kata Purwanti.
Empat SPPG yang telah dicabut status suspendnya yakni SPPG Banyuanyar 1, SPPG Penumping, SPPG Penumping 3, dan SPPG Timuran. Keempatnya kini dapat kembali menjalankan operasional pelayanan program MBG. Menurut Purwanti juga, tiga SPPG lainnya yakni SPPG Gandekan, SPPG Joyotakan 2 dan SPPG Purwodiningratan telah mengajukan pencabutan suspend. Namun pengajuan tersebut masih menunggu proses verifikasi dan persetujuan dari BGN.
“Tiga itu juga sudah mengajukan pencabutan karena sudah dipenuhi juga, tapi kan perlu diverifikasi,” ujarnya menambahkan.
Satgas MBG Kota Solo menambahkan, selain dapur yang terkena suspend, di Kota Bengawan ada juga satu SPPG yang baru proses pembangunan di Banyuanyar, Banjarsari. Di luar persoalan IPAL, Purwanti mengungkapkan terdapat beberapa SPPG yang sempat menghentikan operasional sementara akibat keterlambatan pencairan dana operasional. Namun kondisi tersebut murni disebabkan proses administrasi dan bukan karena masalah teknis maupun pelanggaran operasional. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....