Legislator Partai Nasdem Sragen: Pernyataan Gubernur Jateng Melukai Hati Rakyat

  • 01 Jun 2026 21:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Pernyataan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam agenda Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Kudus baru-baru ini memicu reaksi keras dari politikus daerah. Tudingan itu muncul setelah sang Gubernur membawa-bawa nama Kabupaten Sragen sebagai contoh negatif saat merespons keluhan jalan rusak di Blora.

Kritik tajam salah satunya datang dari legislator senior sekaligus anggota DPRD Sragen dari Fraksi Partai Nasdem, Bambang Widjo Purwanto. Pria yang akrab disapa Bambang Pur ini meminta agar kepala daerah menjaga lisan dan tidak mengeluarkan pernyataan yang memicu kegaduhan atau terkesan membodohi masyarakat.

Polemik ini bermula ketika Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, mengeluhkan kerusakan parah di ruas jalan Cepu–Randublatung yang viral di media sosial langsung di hadapan Gubernur Ahmad Luthfi pada Selasa 26 Mei 2026.

Menanggapi hal itu, Ahmad Luthfi memberikan contoh kasus di Sragen, di mana seorang lurah (Kades Ngepringan, Sragen) sempat viral karena berguling-guling di jalan berlubang. Luthfi menceritakan bahwa saat ia mengonfirmasi hal itu, Bupati setempat menjawab jika jalan tersebut dibangun tidak ada manfaatnya dan biayanya terlalu besar, sehingga pemerintah lebih memilih skala prioritas yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pernyataan Gubernur yang menjadikan Sragen sebagai contoh negatif tersebut dinilai melukai hati masyarakat dan langsung diprotes keras oleh Bambang Pur. Menurutnya, tidak ada pembangunan infrastruktur jalan yang sia-sia atau tidak bermanfaat bagi rakyat.

"Tak ada jalan yang tidak penting. Sebagai pejabat publik, justru jaga lisan agar tidak terjadi ribut di masyarakat. Bangun jalan kok gak ada manfaatnya, itu ngambil teori dari mana? Jawabannya ya melukai hati rakyat," kata Bambang Pur tegas kepada awak media, Senin 1 Juni 2026.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat saat ini sudah sangat cerdas. Warga bisa membedakan mana jalan yang menjadi kewenangan desa, kabupaten, provinsi, maupun jalan nasional.

"Pejabat kok bicaranya ngawur. Jangan membodohi masyarakat, sebagian besar tahu status jalan itu milik siapa," cetusnya.

Menanggapi pernyataan Gubernur Luthfi soal tekanan fiskal (anggaran) dan masalah viral, Bambang Pur meminta pemerintah untuk bersikap jujur apa adanya kepada rakyat terkait kondisi keuangan daerah maupun negara yang sedang sulit, daripada melempar alasan yang sulit diterima akal sehat.

"Rakyat itu butuh jawaban yang pasti, yang bisa diterima di akal, bukan jawaban omon-oman. Katakan sejujurnya saja kalau tidak ada anggaran karena negara kita sedang tidak baik-baik saja. Bila perlu, enggak usah takut sama Presiden, katakan kalau Indonesia lagi gelap," kata Bambang Pur melanjutkan.

Bambang Pur pun mengingatkan Gubernur Jawa Tengah agar ke depan lebih berhati-hati dalam memberikan statemen di ruang publik demi menjaga kondusivitas di daerah.

”Kesalahannya kan bukan dari Blora, kok malah Sragen yang dijadikan contoh negatif. Saya minta ke depan jangan diulangi lagi agar tidak menjadi gaduh. Tugas Gubernur itu menjaga kondusivitas, biar rakyat tetap tenang,” kata politikus Nasdem tersebut. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....