Alat Deteksi Jalan Rusak Berbasis AI
- 18 Apr 2026 21:08 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Inovasi teknologi kembali muncul dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui penciptaan alat deteksi kerusakan jalan yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) oleh dokter Hani’ah Mahmudah. Berdasarkan laporan dari @Good News From Indonesia, ini menunjukkan bahwa metode pengumpulan data mengenai kerusakan jalan di Indonesia masih tradisional, yang mendorong Hani’ah untuk menciptakan sistem yang dapat mengidentifikasi kerusakan jalan dengan cepat.
Dengan pendekatan optimasi berbasis AI dan penggabungan metode penarikan inferensi yang efisien, alat ini mampu mendeteksi kerusakan jalan dengan tepat. "Penelitian ini saya lakukan sebelum memulai program doktoral," ujarnya.
Sistem ini dibangun untuk menyelesaikan kekurangan cara pemantauan jalan yang selama ini menggunakan metode manual di Indonesia yang memakan waktu lama. Dengan menggunakan model Convolutional Neural Network yang beroperasi pada perangkat edge computing, alat tersebut dapat secara otomatis menunjukkan kerusakan jalan melalui kamera yang dipasang pada kendaraan.
Gambar dan video yang diambil kemudian dianalisis menggunakan model iYOLOv7-TPE-SS yang diproses dengan perangkat NVIDIA AGX Orin, sehingga menghasilkan informasi mengenai kondisi jalan dengan cepat dan tepat. Keunggulan dari teknologi ini terletak pada kemampuannya dalam meningkatkan efisiensi dalam pengumpulan data dan mendukung perencanaan perbaikan infrastruktur yang lebih akurat.
Selain itu, sistem ini tidak hanya membantu pemerintah dalam mengurangi biaya pemeliharaan, tetapi juga berpotensi untuk meningkatkan keselamatan para pengguna jalan melalui deteksi kerusakan lebih awal seperti lubang dan retakan. Lebih lanjut, inovasi ini sejalan dengan konsep smart city dan Internet of Vehicles (IoV), serta telah menghasilkan banyak publikasi ilmiah di jurnal internasional, termasuk yang diterbitkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers.
Dalam penelitian ini, perempuan yang lahir pada 16 September 1977 ini merencanakan agar hasil risetnya tidak hanya bermanfaat di dunia akademis. Dengan optimasi yang dilakukan, diharapkan dapat mengurangi biaya pemeliharaan jalan untuk pemerintah dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Lebih dari itu, pemeriksaan jalan yang lebih cepat dan objektif dengan dukungan AI juga mendukung terbentuknya smart city dan Internet of Vehicles (IoV),” katanya. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat menarik perhatian kolaborasi dari industri, sehingga implementasinya dapat lebih luas dan memberikan kontribusi pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
( Syurie Ariandani )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....