Ustadz Wahyudin: Keberkahan Harus Menjadi Prioritas dalam Hidup

  • 06 Okt 2026 07:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Harta, kekayaan, dan jabatan tidak akan berarti apabila kehidupan seseorang tidak disertai keberkahan. Karena itu, keberkahan menjadi salah satu hal utama yang perlu dicari dan diupayakan oleh setiap orang beriman.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Wahyudin, Dai Yayasan Dana Sosial Al Falah YDSF Surabaya dalam tausiyahnya pada program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Selasa 6 Oktober 2026.

Ustadz Wahyudin menjelaskan, keberkahan merupakan bertambahnya kebaikan dalam kehidupan. Keberkahan dapat diberikan Allah SWT dalam berbagai bentuk, seperti usia, waktu, jabatan, harta, dan nikmat lainnya.

"Sejatinya yang paling penting dalam hidup adalah tentang mencari keberkahan. Mengapa? Karena hidup yang tanpa keberkahan adalah sia-sia. Harta, kekayaan, jabatan tidak ada artinya jika tidak ada keberkahan," ujar Ustadz Wahyudin.

Menurutnya, setiap nikmat yang diberikan Allah SWT perlu menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya dan memberikan manfaat bagi sesama.

"Ketika Allah memberikan kita keberkahan, baik itu usia, waktu, jabatan dan harta dan lainnya, adakah keberkahan di dalamnya yang membuat kita semakin dekat dengan Allah atau tidak? Apa justru menjauhkan kita dari Allah? Apa hidup kita bermanfaat bagi sesama atau seperti apa?", katanya.

Ustadz Wahyudin mengatakan, keberkahan harus menjadi prioritas dalam kehidupan orang beriman. Hal itu tercermin dalam berbagai doa yang dipanjatkan umat Islam, baik ketika bekerja, menikah, menjalani kehidupan sehari-hari, menyambut kelahiran anak, bersekolah, maupun berdagang.

Ia mengingatkan, ada sejumlah tanda ketika seseorang mulai kehilangan keberkahan dalam hidupnya. Di antaranya ketika kehidupan dunia semakin bertambah, tetapi kedekatan kepada Allah SWT tidak meningkat.

"Tanda seorang kehilangan keberkahan, bertambah dunianya tapi tidak semakin dekat dengan Allah, semakin sukses tapi sombong, semakin dekat dunianya tapi jauh akhiratnya, semakin kaya tapi pelit," jelasnya.

Pentingnya iman dan takwa dalam memperoleh keberkahan juga ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-A'raf ayat 96. Dalam ayat tersebut dijelaskan, jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, Allah akan membukakan keberkahan dari langit dan bumi.

Karena itu, Ustadz Wahyudin mengajak umat Islam tidak hanya mengejar kenikmatan dunia, tetapi juga mempersiapkan kehidupan akhirat. Harta dan rezeki yang diberikan Allah SWT hendaknya digunakan untuk kebaikan tanpa melupakan kehidupan di dunia.

"Gunakan harta, nikmat, rezeki kita untuk kebaikan hidup kita di akhirat, tapi jangan lupa kehidupan di dunia," pesannya.

Ustadz Wahyudin menyebut, setidaknya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meraih keberkahan dalam hidup. Pertama, bertakwa kepada Allah SWT. Kedua, beriman, yakin, dan percaya kepada Allah SWT yang diwujudkan melalui ibadah.

Ketiga, menaati Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Selain itu, umat Islam juga diajak untuk mentadaburi dan mengamalkan Al-Qur'an sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan. Al-Qur'an menjadi pedoman untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.

Kunci lainnya adalah berdoa. Menurut Ustadz Wahyudin, permohonan keberkahan sangat dekat dengan kehidupan seorang mukmin. Doa menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas agar nikmat dan usaha yang dijalani senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Ustadz Wahyudin mengajak umat Islam mengevaluasi setiap nikmat yang diterima. Keberhasilan hidup, menurutnya, tidak semata-mata dilihat dari bertambahnya harta, jabatan, atau kesuksesan, tetapi dari semakin dekatnya seseorang kepada Allah SWT serta semakin besarnya manfaat yang diberikan kepada sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....