Meneladani Akhlak Rasulullah di Era Modern
- 08 Sep 2026 07:25 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam kembali diingatkan pada momentum kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang membawa misi besar memperbaiki peradaban manusia. Di tengah kehidupan modern yang masih diwarnai persoalan kejujuran, amanah, keadilan, dan kepedulian sosial, akhlak Rasulullah SAW menjadi teladan penting yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Ustadz Suwanto, S.Ag, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bulak, Kementerian Agama Kota Surabaya, dalam siaran Cahaya Pagi, Selasa, 8 September 2026. Mengangkat tema “Meneladani Akhlak (Sifat) Rasulullah SAW”, ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki kehidupan masyarakat Arab yang ketika itu dikenal berada dalam masa jahiliyah.
Menurutnya, kondisi masyarakat sebelum kelahiran Rasulullah SAW antara lain ditandai dengan kuatnya penindasan terhadap kaum lemah, kesenjangan antara orang kaya dan miskin, maraknya kebohongan, serta lemahnya sikap menjaga amanah. Karena itu, kehadiran Rasulullah SAW membawa perubahan besar melalui keteladanan akhlak dan ajaran yang bersumber dari Allah SWT.
Ustadz Suwanto mengingatkan bahwa Al-Qur’an menempatkan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah, atau teladan yang baik bagi umat manusia. “Barangsiapa yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat, diperintahkan oleh Allah untuk memperbanyak zikir dan mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala,” jelasnya saat menyampaikan materi.
Ia juga menyoroti sejumlah sifat utama Rasulullah SAW yang patut diteladani umat Islam, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Siddiq tercermin melalui kejujuran Rasulullah dalam perkataan dan perbuatan, amanah menunjukkan bahwa beliau dapat dipercaya, tabligh berarti senantiasa menyampaikan wahyu dan kebenaran dari Allah, sementara fathanah menggambarkan kecerdasan dan kepandaian beliau.
Selain empat sifat tersebut, menurut Ustadz Suwanto, Rasulullah SAW juga menunjukkan kasih sayang kepada umat, sikap adil, serta kesederhanaan dalam kehidupan. Bahkan sebagai seorang nabi sekaligus pemimpin umat, Rasulullah SAW tetap menjalani kehidupan sederhana, sebuah keteladanan yang menurutnya tidak mudah diterapkan oleh manusia di zaman sekarang.
Ustadz Suwanto menegaskan, meneladani Rasulullah SAW bukan sekadar mengenang kelahiran beliau setiap bulan Rabiul Awal, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. “Apabila kita sebagai manusia tidak bisa mencontoh sifat atau akhlak mulia Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, maka yang terjadi adalah munculnya kembali kejahiliyahan,” tegasnya.
Karena itu, momentum Rabiul Awal diharapkan menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, baik dalam keluarga, bermasyarakat maupun dalam menjalankan amanah. Sebab, kemajuan zaman tanpa diiringi akhlak dan nilai-nilai Al-Qur’an serta tuntunan Rasulullah SAW berisiko membuat manusia kembali pada perilaku jahiliyah dalam bentuk yang berbeda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....