Perlinsos Digital Jangkau 1 Juta KK, Pemkot Surabaya Perbarui Data Warga
- 04 Okt 2026 15:42 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Perlinsos Digital telah menjangkau 1.004.298 KK di Surabaya, dengan pemutakhiran data terus dilakukan.
- Pemkot melibatkan sekitar 14 ribu agen untuk memastikan data warga sesuai kondisi sosial ekonomi sebenarnya.
- Warga dapat mengajukan sanggah jika data belum sesuai kondisi, sehingga bantuan sosial lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital telah menjangkau 1.004.298 kepala keluarga (KK) di Kota Surabaya. Pemkot Surabaya terus memutakhirkan dan memverifikasi data agar sesuai kondisi serta kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan ketidaksesuaian data dapat memengaruhi pemeringkatan desil dan penentuan kelayakan penerima bantuan.
Ia mencontohkan temuan di Manyar, ketika warga yang secara kondisi rumah dan sosial ekonomi membutuhkan bantuan tercatat memiliki mobil. Setelah dicek ke Samsat, kendaraan tersebut diketahui merupakan mobil Alphard.
"Ternyata dia mempunyai mobil Alphard. Tapi setelah ditanya dia driver, STNK pemilik mobil diatasnamakan dia," ujar Eddy, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurut Eddy, kepemilikan kendaraan atas nama pengemudi terjadi karena alasan tertentu, salah satunya untuk menghindari pajak progresif. Kondisi tersebut membuat data administrasi tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sosial ekonomi warga.
"Karena itu nanti kepemilikan aset akhirnya akan berkaitan. Pajak progresif saja akhirnya berkaitan dengan kepemilikan kendaraan, yang akhirnya data itu tidak valid," katanya.
Eddy mengimbau warga yang kendaraan dalam STNK masih tercatat atas nama orang lain segera melakukan balik nama. Menurutnya, tertib administrasi turut membantu pemerintah memastikan bantuan sosial diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Ketika data itu tidak valid dampaknya juga ke mana-mana. Tertib administrasi itu adalah awal daripada bantuan sosial tepat sasaran," tegasnya.
Dalam percepatan Perlinsos Digital, Pemkot Surabaya melibatkan sekitar 14 ribu agen. Mereka terdiri dari kepala dinas, camat, lurah, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pendamping, Ketua RT/RW, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Pendataan oleh para agen berlangsung 18 Juni hingga 18 Juli 2026. Dari keseluruhan warga yang didatangi, sebanyak 219 ribu warga tidak ditemukan dan sekitar 26 ribu warga tercatat telah meninggal dunia.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan ketidaktepatan data juga ditemukan saat pihaknya memeriksa warga yang mengajukan layanan perlindungan sosial. Salah satunya warga lanjut usia yang tercatat masuk desil 6-10 sehingga dinilai tidak layak menerima bantuan.
"Sehingga kami melakukan bantu sanggah, karena beliau lansia tidak punya infrastruktur digital," kata Antiek.
Menurut Antiek, pengajuan sanggah dapat dilakukan dengan melengkapi data pendukung, termasuk foto kondisi rumah. Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sistem Aplikasi Perlinsos Digital untuk diproses.
"Dalam beberapa menit langsung muncul data yang bersangkutan. Jadi yang paling dirasakan perubahan secara mendasar adalah informasi layanan sosial lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran," ungkapnya.
Program Perlinsos Digital merupakan inisiatif Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP). Uji coba dimulai di Banyuwangi sebagai proyek percontohan pada 2025, kemudian diperluas hingga saat ini menyasar 258 kabupaten/kota dan ditargetkan diterapkan secara nasional pada akhir 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....