Ilmu Memiliki Kedudukan Tinggi dalam Ajaran Islam

  • 21 Sep 2026 10:26 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ilmu memiliki kedudukan yang tinggi dalam ajaran Islam. Ilmu menjadi pondasi bagi umat Muslim dalam memahami agama dan menjalani kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Ustadzah Haniah, Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, dalam tausiyah program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Senin 21 September 2026.

Ustadzah Haniah mengatakan, pentingnya ilmu dalam Islam terlihat dari wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW. Wahyu tersebut diawali dengan perintah membaca dalam Surat Al-'Alaq.

Menurutnya, perintah membaca menjadi salah satu bukti bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan. Dengan ilmu, manusia dapat memahami ajaran agama dan menjalankan kehidupan sesuai tuntunan Allah SWT.

Ia menjelaskan, keutamaan orang berilmu juga ditegaskan dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11. Allah menjanjikan peningkatan derajat bagi orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu.

"Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu," ujar Ustadzah Haniah dalam tausiyahnya.

Menurut Ustadzah Haniah, ilmu dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan banyaknya pengetahuan yang dimiliki seseorang. Ilmu harus mendorong pemiliknya untuk semakin taat dan memiliki rasa takut kepada Allah SWT.

"Ilmu bukan sekadar hafalan, tetapi harus menjadi cahaya yang menuntun pemiliknya kepada ketaatan," katanya.

Ia menambahkan, mencari ilmu juga memiliki keutamaan besar. Nabi Muhammad SAW menyampaikan bahwa orang yang menempuh jalan untuk mencari ilmu akan dimudahkan menuju jalan ke surga.

Ustadzah Haniah juga menjelaskan, salah satu tanda kebaikan yang diberikan Allah kepada seseorang adalah diberinya pemahaman dalam agama. Hal tersebut berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari.

Selain itu, Al-Qur'an membedakan kedudukan orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui. Hal tersebut disebutkan dalam Surat Az-Zumar ayat 9.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan. Ilmu harus diamalkan sehingga memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. "Jangan sampai ilmu hanya menjadi hafalan. Ilmu harus diamalkan dan memberikan manfaat dalam kehidupan," ucapnya.

Ustadzah Haniah mengajak umat Islam untuk terus belajar dan tidak berhenti mencari ilmu. Semangat tersebut perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak dan generasi muda.

Ia berharap ilmu yang dipelajari dapat memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak dan mendorong umat Islam untuk semakin dekat kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....