Berdakwah Melalui Radio, Sebarkan Kebaikan kepada Masyarakat

  • 11 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar masjid atau majelis pengajian. Perkembangan media komunikasi membuka ruang yang lebih luas untuk menyampaikan pesan kebaikan, salah satunya melalui radio. Hal tersebut disampaikan Ustaz Anas, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bulak, Kementerian Agama Kota Surabaya, saat membahas tema “Berdakwah melalui Radio”.

Ia mengatakan, dakwah pada hakikatnya merupakan upaya mengajak masyarakat kepada kebaikan. Karena itu, dakwah tidak selalu harus berbentuk ceramah agama yang berat, tetapi dapat dilakukan melalui pesan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Dakwah tidak selalu berarti ceramah. Dakwah pada hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan. Masyarakat bisa berdakwah sesuai dengan kemampuan dan pengetahuannya,” ujarnya, Jumat, 11 September 2026.

Menurutnya, radio memiliki karakteristik tersendiri sebagai media dakwah. Meskipun penyiar maupun narasumber tidak dapat melihat langsung pendengarnya, suara yang disampaikan dapat menjangkau berbagai kalangan, termasuk mereka yang sedang bekerja, berkendara, maupun beraktivitas di rumah.

Ia menilai kekuatan radio terletak pada kemampuannya membangun kedekatan melalui suara. Bahkan, pesan sederhana yang disampaikan melalui siaran radio dapat menjadi pengingat bagi seseorang untuk kembali mengingat Allah dan melakukan kebaikan.

Di tengah berkembangnya media digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan podcast, Ustaz Anas menegaskan bahwa radio tetap memiliki peluang besar sebagai media dakwah. Menurutnya, konten radio juga dapat dikembangkan ke berbagai platform digital sehingga pesan kebaikan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam menyampaikan dakwah melalui radio, ia mengingatkan pentingnya menggunakan bahasa yang lembut, santun, jelas, dan mudah dipahami. Dakwah sebaiknya tidak membuat pendengar merasa dihakimi, melainkan menghadirkan Islam sebagai ajaran yang dekat, menenangkan, dan mendorong seseorang untuk menjadi lebih baik.

“Jangan menunggu menjadi sempurna untuk mengajak kepada kebaikan. Mulailah dari ilmu yang kita pahami, kemampuan yang kita miliki, dan lingkungan yang ada di sekitar kita. Dakwah yang paling kuat bukan hanya apa yang kita ucapkan, tetapi apa yang kita teladankan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....