Bawaslu Perkuat Kolaborasi Kampus Kawal Demokrasi Digital

  • 26 Agt 2026 16:59 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Upaya memperkuat pengawasan pemilu di ruang digital terus dilakukan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Salah satunya diwujudkan melalui Bawaslu Campus Connect yang digelar Bawaslu bersama Universitas Airlangga dengan mengusung tema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan”, Rabu 26 Agustus 2026.

Anggota Bawaslu Puadi, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi kehidupan demokrasi. Menurutnya, Bawaslu perlu memperkuat regulasi digital sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengawasan.

“Bawaslu perlu memperkuat regulasi di ruang digital sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengawasan agar mampu menghadapi perkembangan teknologi, termasuk pemantauan dunia maya, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta kerja sama dengan berbagai platform digital,” ujarnya.

Puadi menilai Bawaslu tidak dapat menjalankan transformasi digital secara sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Ia menyebut mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen digital dan agen literasi dalam memperkuat pengawasan serta pendidikan demokrasi.

“Universitas Airlangga kami harapkan dapat menjadi laboratorium demokrasi, tempat penelitian pemilu, kajian kebijakan, pemetaan risiko, pengembangan teknologi pengawasan, fact-checking, hingga pendidikan literasi digital karena kampus memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengembangan demokrasi,” katanya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu itu mengajak mahasiswa untuk terlibat dalam kolaborasi pengawasan pemilu bersama Bawaslu. Menurutnya, mahasiswa saat ini bukan hanya konsumen media elektronik, tetapi juga agen literasi, agen digital, dan agen perubahan.

“Mahasiswa bukan hanya konsumen media elektronik, tetapi juga agen literasi, agen digital, dan agen perubahan yang ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu,” terangnya.

Puadi berharap Bawaslu Campus Connect menjadi titik temu antara institusi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan generasi muda untuk membangun masa depan demokrasi Indonesia. Ia menegaskan demokrasi harus transparan, akuntabel, partisipatif, berintegritas, serta menempatkan manusia dan hak-hak konstitusional warga negara sebagai pusatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....