Urgensi Sedekah dan Infaq Sebagai Pembersih Jiwa dari Sifat Kikir
- 19 Agt 2026 06:19 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Program siaran interaktif Cahaya Pagi yang mengudara di Pro 4 RRI Surabaya kembali hadir menyapa pendengar pada Rabu, 19 Agustus 2026. Mengangkat topik yang sangat krusial dalam kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan, yakni "URGENSI SEDEKAH DAN INFAQ", program ini terhubung bersama narasumber Ainur Rofiq, selaku Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.
Dialog keagamaan tersebut mengupas secara mendalam bagaimana amalan berbagi dapat menjadi pilar utama dalam membangun fondasi sosial serta spiritual umat. Dalam pemaparannya, Ainur Rofiq menekankan bahwa “Urgensi sedekah dan infak terletak pada fungsinya sebagai pilar utama keseimbangan sosial dan pembersih jiwa dari sifat kikir. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan seperti Surabaya, ketimpangan ekonomi sering kali menjadi tantangan nyata. Melalui instrumen infak dan sedekah, redistribusi kesejahteraan dapat terjadi secara alami dan penuh kesadaran, sehingga mampu mengikis jurang pemisah antara kelompok masyarakat berkecukupan dan masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Selain manfaat sosial yang nyata, Ainur Rofiq memaparkan bahwa amalan ini memiliki dimensi penyucian batin yang sangat penting. Harta yang dimiliki manusia pada hakikatnya merupakan titipan Allah SWT, dan membagikannya kepada sesama adalah sarana pembersih jiwa dari sifat kikir, sombong, dan rakus. Dengan membiasakan diri berinfak dan bersedekah, seorang Muslim dilatih untuk menumbuhkan rasa empati serta kepedulian yang mendalam terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Secara khusus, Penyuluh Agama dari Kecamatan Sawahan ini juga menjelaskan makna dan perbedaan singkat antara infak dan sedekah agar masyarakat tidak keliru dalam memahami keduanya. Infak dijelaskan sebagai tindakan mengeluarkan sebagian harta atau materi untuk kepentingan kebaikan, sosial, atau keagamaan tanpa ada batas minimal tertentu. Sementara itu, sedekah memiliki cakupan yang jauh lebih luas dan tidak hanya terbatas pada bentuk harta semata.
Lebih lanjut, Ainur Rofiq menerangkan bahwa sedekah mencakup segala bentuk perbuatan baik, seperti memberikan senyuman tulus, menyumbangkan tenaga untuk gotong royong, hingga membagikan ilmu yang bermanfaat. Fleksibilitas ajaran Islam ini memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang status sosial atau kondisi ekonominya, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk memanen pahala melalui sedekah.
Dalam dialog interaktif tersebut, beliau juga mengingatkan bahwa amalan infak dan sedekah merupakan sarana ampuh untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Janji Allah SWT menegaskan bahwa harta yang diinfakkan tidak akan pernah berkurang, melainkan mendatangkan keberkahan hidup serta pelipatgandaan pahala yang berlipat-lipat bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Antusiasme pendengar Pro 4 RRI Surabaya terlihat dari banyaknya atensi masyarakat yang berpartisipasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat selama siaran berlangsung. Banyak pendengar dari wilayah Surabaya dan sekitarnya mengajukan pertanyaan seputar tata cara penyaluran infak yang tepat sasaran serta bagaimana menjaga niat dan keikhlasan dalam bersedekah di tengah kemajuan teknologi saat ini.
Mengakhiri sesi siaran Cahaya Pagi tersebut, Ainur Rofiq mengajak seluruh lapisan masyarakat Surabaya untuk menjadikan sedekah dan infak sebagai kebiasaan dan gaya hidup sehari-hari tanpa harus menunggu berharta melimpah. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang dipupuk melalui amalan ini, diharapkan suasana kehidupan bermasyarakat di Kota Surabaya semakin harmonis, sejahtera, serta dilimpahi keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....