Ustadzah Haniah: Sampaikan Perkataan dengan Benar, Baik dan Santun
- 14 Sep 2026 07:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, Ustadzah Haniah, mengajak masyarakat menjaga lisan. Ia meminta setiap perkataan disampaikan benar, baik, santun, dan membawa manfaat.
Pesan tersebut disampaikan dalam tausiyah program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya, Senin, 14 September 2026. Menurutnya, lisan adalah anugerah besar dari Allah SWT yang harus digunakan bertanggung jawab.
“Lisan adalah salah satu anugerah besar yang diberikan oleh Allah SWT,” ujar Ustadzah Haniah. “Melalui lisan kita bisa menyampaikan sesuatu, menyampaikan informasi dan menyatakan perasaan,” katanya.
Namun, lisan juga dapat menjadi sumber keburukan apabila tidak digunakan dengan baik. Karena itu, muslim perlu mempertimbangkan perkataan sebelum disampaikan kepada orang lain.
Ustadzah Haniah mengingatkan sabda Rasulullah SAW riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Orang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau memilih diam.
Menurutnya, pesan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga ucapan sebagai bagian kehidupan muslim. Kemampuan menahan diri dari perkataan buruk menjadi cerminan keimanan seseorang.
Ia juga mengingatkan perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 70 dan 71. Allah memerintahkan orang beriman bertakwa dan mengucapkan perkataan yang benar.
Menurutnya, perkataan benar tidak hanya bebas dari kebohongan. Cara menyampaikan, tujuan bicara, dan dampaknya juga harus menjadi pertimbangan.
Ustadzah Haniah menyebut tiga hal penting dalam menjaga lisan sehari-hari. Pertama, berkata jujur dan tidak menyampaikan informasi yang belum pasti kebenarannya.
| Baca juga: Pembelajaran Akhlak Dimulai sejak Dini |
Kedua, menggunakan perkataan baik dan santun kepada orang lain. Kebenaran tetap harus disampaikan tanpa merendahkan, mempermalukan, atau menyakiti orang lain.
Ketiga, bersikap lemah lembut dan tidak kasar dalam berkomunikasi. Sikap tersebut membuat pesan mudah diterima dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Ia juga mengingatkan larangan dusta dan ghibah dalam ajaran Islam. Larangan ghibah ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 12.
Rasulullah SAW menjelaskan ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang tidak disukai seseorang. Jika benar maka termasuk ghibah, jika tidak benar menjadi fitnah.
Di era media sosial, ia mengajak masyarakat tidak terburu-buru meneruskan informasi. "Kita harus belajar menjaga lisan. Sebelum berbicara, pikirkan dulu apakah perkataan kita benar, apakah baik, apakah bermanfaat," pesannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....