Bijak Berkata, Menjaga Lisan dari Perbuatan Dosa

  • 27 Agt 2026 12:59 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menjaga lisan menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Tidak hanya melalui ucapan secara langsung, menjaga lisan di era digital juga berarti bijak dalam menulis pesan, memberikan komentar, hingga membagikan informasi di media sosial.

Pesan tersebut disampaikan Ustazah Siti Aisyah, Penyuluh KUA Kecamatan Bubutan, Kementerian Agama Kota Surabaya, dalam kajian bertema “Ringan di Lisan, Berat di Timbangan.” Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh perkataan yang disampaikan, karena setiap ucapan memiliki konsekuensi.

Menurutnya, terdapat amalan sederhana yang ringan dilakukan tetapi memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT, salah satunya berdzikir. Rasulullah SAW juga mengajarkan dua kalimat yang ringan di lisan namun berat dalam timbangan, yakni “Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘azhim.”

“Jangan pernah meremehkan amalan kecil. Kalimat yang sederhana ketika diucapkan dengan ikhlas bisa memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Ia menambahkan, lisan merupakan nikmat sekaligus amanah. Lisan dapat digunakan untuk membaca Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat, serta menyampaikan perkataan yang baik. Namun, lisan juga dapat menjadi sumber dosa apabila digunakan untuk berbohong, mencela, menggunjing, memfitnah, atau menyakiti orang lain.

Karena itu, sebelum berbicara, masyarakat dianjurkan untuk terlebih dahulu mempertimbangkan apakah perkataan tersebut benar, bermanfaat, dan memang perlu disampaikan. Jika ucapan justru berpotensi menyakiti orang lain atau menimbulkan persoalan, diam dinilai sebagai pilihan yang lebih baik.

“Sebelum berbicara, mari kita berpikir terlebih dahulu. Apakah perkataan ini benar? Apakah bermanfaat? Apakah perlu disampaikan? Kalau hanya menyakiti atau menimbulkan masalah, lebih baik kita diam,” ujarnya.

Di tengah perkembangan teknologi, pesan menjaga lisan juga berlaku terhadap aktivitas di ruang digital. Setiap pesan, komentar, unggahan, maupun informasi yang dibagikan perlu dipertanggungjawabkan. Ia mengajak masyarakat untuk membiasakan diri memperbanyak dzikir, istighfar, shalawat, membaca Al-Qur’an, serta menggunakan lisan dan jari untuk menyebarkan kebaikan.

Ia berharap masyarakat dapat menjadikan kebiasaan menjaga ucapan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan membiasakan berpikir sebelum berbicara maupun menulis, setiap individu diharapkan mampu menjadikan perkataan dan aktivitas digital sebagai amal kebaikan yang bernilai di hadapan Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....