Warga Tutup TPS Suko akibat Sampah Menumpuk

  • 21 Agt 2026 20:11 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo - Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut selama sekitar dua bulan memicu kemarahan warga Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur. Warga akhirnya menutup akses Tempat Pembuangan Sampah (TPS) setempat dengan kayu dan bambu.

‎Salah seorang warga, Ikhwan, mengatakan tumpukan sampah telah meluber hingga ke bahu jalan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan bau menyengat.

‎“Tidak ada warga yang betah kalau lewat sini, baunya luar biasa,” kata Ikhwan dalam keterangan yang diterima, Jumat 21 Agustus 2026.

‎Menurut dia, sebelumnya sampah di TPS tersebut diangkut secara rutin setiap tiga hari sekali atau sekitar dua kali dalam sepekan. Namun, dalam dua bulan terakhir, pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) terhenti sehingga sampah terus menumpuk.

Warga, kata Ikhwan, tidak bermaksud menutup TPS secara permanen. Mereka meminta pemerintah terlebih dahulu membersihkan seluruh tumpukan sampah sebelum akses TPS kembali dibuka.

‎“Warga hanya meminta TPS dibersihkan terlebih dahulu. Seluruh sampah yang menumpuk harus diangkut agar tidak kembali meluber ke jalan,” ujarnya.

‎Kepala Desa Suko Tri Yan Putra Pamungkas mengatakan persoalan tersebut berkaitan dengan tunggakan pembayaran jasa pengangkutan sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo. Tunggakan itu disebut mencapai lebih dari Rp100 juta dan telah menumpuk selama sekitar tiga tahun.

‎Menurut Tri Yan, tunggakan tersebut berasal dari pengelolaan sebelumnya, termasuk pengelola lama Pasar Suko yang tidak melakukan komunikasi dengan pemerintah desa. Karena itu, pemerintah desa kini mengambil alih penanganan persoalan tersebut.

‎“Langsung kami ambil alih untuk menyelesaikan permasalahan dan kami sudah komunikasi dengan DLHK,” kata Tri Yan.

‎Pemdes Suko juga telah meminta bantuan DLHK untuk melakukan pembersihan atau clean up TPS. Selain itu, pemerintah desa mengajukan penambahan ritasi pengangkutan sampah dari semula dua kali menjadi empat kali dalam sepekan.

‎“Untuk tunggakan akan kami cicil, bisa Rp10 juta per bulan maupun Rp6 juta per bulan, nanti kita lihat kemampuan kami,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLHK Sidoarjo Anas Budi Utama Nazir mengatakan pihaknya akan mengecek kondisi TPS Suko terlebih dahulu. Hasil pengecekan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan tumpukan sampah tersebut.

‎“Kita lihat dulu bagaimana kondisi TPS-nya,” kata Anas.

‎DLHK selanjutnya akan menentukan langkah pembersihan TPS dan penanganan pengangkutan sampah setelah kondisi di lapangan diketahui secara langsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....