ITS Bergerak Cepat Tinjau Infrastruktur Terdampak Gempa NTT

  • 20 Agt 2026 18:54 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merespons cepat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui Satgas Bencana ITS, sejumlah relawan diterjunkan untuk meninjau langsung infrastruktur terdampak.

Ketua Tim Satgas Bencana ITS, Dr. Ir. Mudji Irmawan MT, menyebut dampak gempa di Maumere cukup signifikan. Beberapa objek vital terdampak, termasuk gedung terminal penumpang Pelabuhan Lorens Say yang mengalami kerusakan struktural.

Meski demikian, fasilitas dermaga Pelabuhan Lorens Say masih dinilai cukup kokoh untuk operasional kapal. “Stabilitas dermaga menjadi poin krusial karena pelabuhan menjadi jalur utama pengiriman bantuan,” ujar Mudji.

Tim Satgas Bencana ITS juga memantau kondisi jalan dan jembatan sebagai akses distribusi bantuan. Namun, tim masih menghadapi kendala akses menuju Nagekeo yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah.

Hingga Kamis, 20 Agustus 20226, gempa susulan masih terjadi di wilayah terdampak bencana tersebut. Meski demikian, Mudji memastikan belum ditemukan kerusakan tambahan pada struktur bangunan di Maumere.

“Hal itu kami upayakan guna menjamin kelancaran distribusi bantuan ke wilayah yang lebih terisolasi,” ujarnya. Menurut Mudji, fokus utama tim saat ini memastikan dermaga tetap layak melayani kapal pengangkut bantuan.

Tim juga terus berkoordinasi dan memperbarui data teknis kondisi infrastruktur pelabuhan sebagai pintu masuk logistik. Satgas Bencana ITS melibatkan dosen Departemen Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta infrastruktur ITS.

Tim tersebut telah menyusun strategi perbaikan bertahap, mulai dari penanganan jangka pendek hingga jangka panjang. “Akselerasi pemulihan fasilitas umum penting untuk mendukung pemulihan ekonomi lokal,” kataMudji.

Kerja sama strategis juga diperkuat bersama PT Pelindo untuk melakukan asesmen lebih mendalam terhadap fasilitas pelabuhan. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan optimal selama situasi darurat.

Mudji mengatakan, tim ITS terus berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya dan PU Bina Marga Provinsi NTT. Koordinasi dilakukan agar setiap langkah pemulihan berjalan terukur, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Tim Satgas Bencana ITS diperkirakan menetap selama satu minggu untuk menuntaskan pengecekan kondisi dermaga. Sebelumnya, ITS juga melakukan penggalangan dana dan menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak.

Mudji mengerahkan tim untuk melakukan inspeksi bawah air guna memastikan kondisi pondasi dermaga tetap aman. “Seluruh upaya ini kami dedikasikan agar masyarakat segera beraktivitas dan kembali menjalani kehidupan normal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....