Kadin Jatim Buka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

  • 11 Agt 2026 09:50 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Kadin Institute melatih 20 penyandang disabilitas dari 280 peserta untuk membuka akses kerja.
  • Peserta mendapat peluang pendalaman public speaking, magang di radio, hingga sertifikasi kompetensi.
  • Kadin Jatim mendorong industri memberi kesempatan kerja setara sesuai kompetensi penyandang disabilitas.

RRI.CO.ID, Surabaya - Kadin Institute bersama Kadin Jawa Timur dan Plan International membuka peluang kerja penyandang disabilitas. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pelayanan prima, pemagangan, hingga peluang penyerapan di dunia industri.

Pelatihan berlangsung empat hari, 3 hingga 6 Agustus 2026, di Kadin Institute. Dari sekitar 280 peserta sasaran, sebanyak 20 peserta merupakan penyandang disabilitas, khususnya tuna netra.

Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti mengatakan, program tidak berhenti pada pelatihan. Peserta akan mendapat kesempatan magang agar kompetensinya dapat diterapkan langsung di dunia kerja.

“Kami memberikan beberapa pelatihan, mulai dari digital marketing, service excellence atau pelayanan prima, administrasi retail, administrasi dasar, hingga literasi finansial.

Peserta ini merupakan anak-anak yang belum mendapatkan pekerjaan. Setelah pelatihan, mereka akan dimagangkan dan harapannya bisa diserap oleh industri sesuai dengan kompetensinya,” kata Nurul, dalam rilisnya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Nurul, peserta penyandang disabilitas menunjukkan kemampuan komunikasi dan berbicara yang cukup baik selama pelatihan. Karena itu, Kadin Institute akan memberikan pendalaman public speaking selama dua hari.

“Kita akan berikan lagi pendalaman terkait public speaking dalam waktu dekat. Kita kuatkan lagi dua hari public speaking.Tadi kan pelayanan prima, ternyata mereka punya kelebihan. Itu yang akan kita latih,” ujar Nurul.

Kadin Institute juga membuka akses pemagangan bagi 20 peserta penyandang disabilitas di sejumlah stasiun radio. “Kami sudah menghubungi Pak Ismet selaku Ketua Persatuan Radio di Surabaya dan beliau bersedia menerima 20 anak ini untuk magang di radio,” katanya.

Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan, program diharapkan membuka kesempatan kerja setara bagi penyandang disabilitas. “Harapannya anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus ini bisa diterima oleh industri dan terserap, bisa bekerja seperti layaknya orang lain,” ujar Adik.

Menurut Adik, penguatan kompetensi juga diarahkan pada sertifikasi sesuai kebutuhan peserta. Kadin Institute bekerja sama dengan LSP Public Relations Nusantara untuk melatih dan mensertifikasi kompetensi peserta.

“Perangkat instrumennya disesuaikan dengan kebutuhan asesi. Kebetulan di Kadin Institute juga bekerja sama dengan LSP Public Relations Nusantara.

Yang memungkinkan untuk melatih dan men-sertifikasi hasil pelatihan Kadin Institute sesuai dengan kebutuhan asesinya,” katanya. Peserta pelatihan, Fadlakal Jamal Aswar, 29 tahun, mengaku mendapat pengetahuan baru mengenai pelayanan prima.

“Di pelayanan prima saya mendapatkan lumayan banyak pengetahuan tambahan, baik secara akademis maupun praktik,” kata Jamal.

Menurut Jamal, kemampuan membaca ekspresi dan bahasa tubuh menjadi tantangan penyandang tuna netra dalam pelayanan. “Body language dan ekspresi itu kami tidak bisa mendapatkan input dari melihat. Itu menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” katanya.

Jamal berharap pelatihan meningkatkan kapabilitas penyandang disabilitas agar mampu berkontribusi di masyarakat. “Jangan terus meminta untuk dikasihani, tetapi mulailah untuk berkontribusi,” tegasnya.

Peserta lainnya, Lestari Daeng Baba, mengatakan pelatihan membantunya memahami cara menghadapi pelanggan dengan karakter berbeda. “Awalnya takut karena sedikit gugupan. Tetapi dengan ikut ini ada banyak hal tentang bagaimana melayani orang dengan baik,” ujarnya.

Kadin Institute menyebut program serupa akan kembali digelar setelah Oktober secara berkelanjutan sesuai kebutuhan. Pelatihan, public speaking, pemagangan, dan sertifikasi diharapkan memperluas akses penyandang disabilitas memasuki dunia kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....