Kerukunan dan Kedamaian Jadi Landasan Kehidupan dalam Islam
- 10 Agt 2026 09:38 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Kerukunan dan kedamaian menjadi bagian penting dalam ajaran Islam yang perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap tersebut diwujudkan melalui kasih sayang, saling menghormati, moderasi beragama, serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.
Hal itu disampaikan Ustazah Haniah, Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, dalam tausiyah di Mutiara Pagi PRO 1 RRI Surabaya, Senin 10 Agustus 2026.
Ustazah Haniah menjelaskan, Islam mengajarkan umatnya untuk membangun kehidupan yang damai dengan tetap berpegang teguh pada ajaran Allah SWT. Menurutnya, toleransi dalam kehidupan beragama harus diwujudkan dengan menghormati keyakinan masing-masing tanpa mencampuradukkan akidah dan kepercayaan.
“Kerukunan dan kedamaian dalam Islam dibangun melalui kasih sayang, moderasi beragama, dan saling menghormati. Toleransi tetap memiliki batas, sehingga tidak mencampuradukkan keyakinan dan kepercayaan,” ujarnya.
Ia mengatakan, perintah menjaga persatuan ditegaskan dalam Surah Ali Imran ayat 103. Allah SWT berfirman: “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”
Menurut Ustazah Haniah, ayat tersebut mengandung pesan agar umat Islam menjaga persatuan dan tidak terpecah belah. Allah SWT juga mengingatkan nikmat persaudaraan yang diberikan kepada manusia setelah sebelumnya berada dalam kondisi saling bermusuhan.
“Allah mengingatkan kita pada masa ketika terjadi permusuhan, kemudian Allah mempersatukan hati kita hingga menjadi saudara. Ini merupakan nikmat yang harus disyukuri dengan menjaga persatuan dan kerukunan,” katanya.
Pesan untuk menjaga persaudaraan juga terdapat dalam Surah Al-Hujurat ayat 10, yang menyebutkan bahwa orang-orang beriman adalah bersaudara dan diperintahkan untuk mendamaikan pihak yang berselisih. “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Ustazah Haniah menambahkan, Rasulullah SAW juga mengingatkan umat agar menjaga hubungan baik dengan sesama. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW melarang umatnya saling membenci, mendengki, saling membelakangi, dan memutus hubungan persaudaraan.
| Baca juga: Larangan Berbuat Dzalim di Era Modern |
Menurutnya, pesan tersebut relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat yang memiliki beragam latar belakang.
Selain itu, keberagaman suku dan bangsa merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT. Surah Al-Hujurat ayat 13 menjelaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.
Ustazah Haniah menegaskan, perbedaan seharusnya menjadi kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih baik, bukan menjadi sumber permusuhan.
“Allah menciptakan manusia berbeda suku dan bangsa untuk saling mengenal, bukan untuk bermusuhan. Karena itu, keberagaman harus menjadi landasan untuk saling menghormati, menghargai, dan tolong-menolong dalam kebaikan,” jelasnya.
Ia menyebut, kerukunan memberikan sejumlah manfaat dalam kehidupan masyarakat. Selain memperkuat persatuan dan ikatan persaudaraan, kerukunan juga dapat mempermudah kerja sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....