Dialog Kebangsaan Sidoarjo Tekan Ancaman Polarisasi Digital

  • 14 Agt 2026 21:02 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengajak masyarakat memperkuat kerukunan dan kewaspadaan terhadap potensi polarisasi yang dipicu informasi di ruang digital. Pesan itu mengemuka dalam Dialog Kebangsaan yang digelar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat.

‎Dialog bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” tersebut digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Forum itu sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kerukunan masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan potensi munculnya konflik akibat perbedaan pandangan di media sosial.

‎Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo Subandi menekankan pentingnya kemampuan masyarakat memilah informasi. Menurut dia, kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi sikap kritis agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi.

‎“Kemudahan akses informasi saat ini menuntut kita secara cermat memilah dan memverifikasi kebenaran setiap berita agar tidak mudah terprovokasi. Kekuatan untuk menjaga persatuan berada di tangan kita bersama,” ujar Fenny, Jumat 14 Agustus 2026.

‎Fenny mengatakan dinamika di ruang maya dapat berdampak langsung terhadap kehidupan sosial. Informasi bohong atau hoax dan ujaran kebencian, kata dia, berpotensi memicu polarisasi di tengah masyarakat sehingga perlu diantisipasi bersama.

‎Sidoarjo, lanjut Fenny, merupakan daerah yang berkembang pesat dengan masyarakat yang majemuk. Keragaman suku, agama, dan organisasi semestinya menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan, bukan justru menjadi sumber perpecahan.

‎Karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga toleransi dan menghindari tindakan maupun ucapan yang dapat memicu permusuhan.

‎“Mari terus merawat toleransi, memperkuat kerukunan, dan menghindari segala tindakan maupun ucapan yang memicu permusuhan di tengah masyarakat,” kata Fenny.

‎Dialog tersebut ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama. Deklarasi itu melibatkan perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, hingga media massa sebagai bentuk komitmen menjaga situasi Sidoarjo tetap kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....