Young Buddhist Association of Indonesia Ajak Generasi Muda Maknai Ullambana

  • 16 Agt 2026 21:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Young Buddhist Association of Indonesia (YBA) mengajak generasi muda memahami makna Ullambana sebagai momentum bakti kepada leluhur dan kepedulian terhadap sesama. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelimpahan Jasa dan Sanghadana di Bulan Ullambana di Moonlight Chapel, Pakuwon Golf & Family Club, Surabaya, Minggu, 16 Agustus 2026.

Ketua Panitia Ullambana YBA 2026, Elvina Falencia mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ritual tahunan. YBA ingin mendekatkan nilai Ksitigarbha Sutra dan Ullambana Patra Sutra dengan kehidupan sehari-hari.

“Motivasi kami adalah mengajak muda-mudi dan umat Buddha di Indonesia untuk tidak berhenti pada mengenal nama Ksitigarbha Sutra atau Ullambana Patra Sutra. Kami ingin semakin banyak orang memahami value, pesan, dan makna yang terkandung di dalamnya,” ujar Elvina.

Menurut Elvina, makna bakti kepada orang tua dan leluhur tidak seharusnya berhenti pada seremoni. Selagi orang tua masih bersama, bakti dapat diwujudkan melalui perhatian, waktu, komunikasi, kepedulian, dan perbuatan baik.

Salah satu rangkaian utama Ullambana YBA 2026 yakni pembacaan Ksitigarbha Sutra secara lengkap dalam Bahasa Indonesia. Pembacaan dibagi menjadi tiga bagian, yakni pagi, siang, dan sore, serta dilengkapi Dharma Talk mengenai penerapannya dalam kehidupan.

“Kalau generasi muda dapat memahami isi dan konteks ajarannya, sutra tidak terasa sebagai teks yang jauh dari kehidupan. Di dalamnya ada pembelajaran mengenai tanggung jawab, sebab akibat, rasa terima kasih, bakti, belas kasih, dan bagaimana kita menggunakan kehidupan ini dengan lebih baik,” katanya.

Rangkaian kegiatan juga mencakup Shang Gong atau persembahan kepada Buddha dan Bodhisattva, serta Sanghadana berupa persembahan dana kepada anggota Sangha. Sementara pelimpahan jasa atau Chao Du menjadi momentum untuk mendoakan leluhur dan anggota keluarga yang telah meninggal.

YBA juga membuka ruang doa dan pelimpahan jasa bagi janin atau bayi yang meninggal sebelum maupun saat kelahiran. Rangkaian tersebut diarahkan menjadi momentum refleksi tentang rasa terima kasih, rekonsiliasi, dan tanggung jawab atas tindakan.

Pelaksanaan Ullambana tahun ini bertepatan dengan satu hari menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. YBA mengajak peserta mendedikasikan kebajikan dan doa bagi Indonesia agar senantiasa damai, teduh, rukun, dan penuh kepedulian.

“Menjelang Hari Kemerdekaan, kami ingin kebajikan yang dilakukan bersama hari ini juga menjadi doa untuk Indonesia. Semoga bangsa kita selalu diberi kedamaian, keteduhan, persatuan, dan kebijaksanaan,” ujar Elvina.

Doa dan pelimpahan jasa juga didedikasikan bagi para pahlawan yang gugur dalam perjuangan bangsa serta masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. YBA berharap keluarga korban diberikan kekuatan dan masyarakat terdampak dapat segera pulih.

Elvina mengatakan, YBA ingin generasi muda membawa nilai yang dipelajari dari Ullambana ke dalam kehidupan nyata. Hal itu dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap keluarga, membantu sesama, hingga lebih sadar terhadap konsekuensi setiap tindakan.

“Harapan kami sederhana. Setelah pulang dari kegiatan ini, seseorang mungkin menelepon orang tuanya, meminta maaf kepada seseorang, lebih menghargai keluarganya, membantu orang lain, atau mulai lebih sadar terhadap konsekuensi dari setiap tindakannya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....