Ngobras Bahas Kiprah IKA SONGO Membangun Solidaritas Alumni
- 31 Jul 2026 18:50 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Berawal dari semangat reuni akbar yang mempertemukan lintas generasi, Perkumpulan Keluarga Alumni SMP Negeri 9 Surabaya (PKAS) atau yang lebih dikenal sebagai Ikasongo terus memperkuat perannya sebagai wadah silaturahmi dan pemberdayaan alumni. Hal tersebut disampaikan dalam program Ngobras Pro 1 RRI Surabaya edisi Kamis, 30 Juli 2026, yang menghadirkan Ketua PKAS periode 2024–2027 Sandi (Alumni 2001), Ketua Koperasi Lintas Alumni Songo Inung (Alumni 1983), Penasihat PKAS Arif (Alumni 1968), serta Ketua pertama PKAS periode 2020–2024 Budi (Alumni 1977).
Ketua PKAS, Sandi, menjelaskan bahwa Ikasongo lahir dari reuni akbar pada Desember 2019 yang dihadiri sekitar 1.300 alumni mulai angkatan 1961 hingga angkatan 2000-an. Menurutnya, sebelum organisasi resmi terbentuk, para alumni telah memiliki berbagai komunitas seperti gowes, olahraga, dan keagamaan, namun belum memiliki wadah yang menyatukan semuanya.
"Dari reuni itulah muncul keinginan untuk memiliki organisasi resmi yang mampu menyatukan seluruh alumni lintas angkatan. Alhamdulillah, PKAS memperoleh badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM pada 26 Maret 2021," ujar Sandi.
Sementara itu, Ketua Koperasi Lintas Alumni Songo, Inung, mengungkapkan bahwa koperasi dibentuk pada masa pandemi sebagai bentuk kepedulian terhadap alumni yang mengalami kesulitan ekonomi. Kini koperasi tersebut telah berbadan hukum sejak 2022 dan menjalankan berbagai unit usaha.
"Kami ingin alumni saling menguatkan. Koperasi ini memiliki layanan simpan pinjam, toko, hingga kemitraan kesehatan. Anggotanya khusus alumni SMP Negeri 9 Surabaya beserta keluarganya," katanya.
Menurut Inung, keberadaan Koperasi Lintas Alumni Songo menjadi salah satu koperasi alumni sekolah yang tergolong langka. "Di Dinas Koperasi, koperasi alumni sekolah seperti ini masih sangat sedikit. Harapan kami, koperasi ini bisa terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi anggota," katanya.
Penasihat PKAS, Arif, menuturkan bahwa kekuatan utama Ikasongo terletak pada rasa kekeluargaan yang terjalin tanpa memandang usia maupun angkatan. Berbagai kegiatan sosial rutin dilakukan, mulai dari jalan sehat, pembagian sembako murah, bersih-bersih masjid, pengajian, hingga mendukung pelaku UMKM sesama alumni.
"Perbedaan usia bukan penghalang. Yang kami bangun adalah persaudaraan, saling membantu, dan menjaga silaturahmi agar tetap erat," ujarnya.
Ketua pertama PKAS, Budi, menambahkan bahwa organisasi juga terus menjaga hubungan baik dengan almamater. Selain selalu mengundang guru-guru dalam berbagai kegiatan, PKAS memiliki divisi sosial yang aktif menjenguk guru maupun alumni yang sakit atau berduka.
"Kami juga memberikan beasiswa kepada siswa, mendukung program literasi sekolah, dan sering diminta mengisi orientasi siswa baru agar mereka bangga menjadi bagian dari SMP Negeri 9 Surabaya," ujar Budi.
Untuk waktu dekat, Ikasongo telah menyiapkan sejumlah kegiatan menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia pada Agustus 2026. Sandi mengatakan akan digelar lomba-lomba dan kegiatan berkemah santai di Kebun Bibit Bratang dengan konsep yang aman dan dapat diikuti seluruh rentang usia alumni.
"Kami ingin semua angkatan bisa berpartisipasi. Ke depan kami juga berencana kembali menggelar reuni akbar yang mempertemukan alumni dari angkatan 1961 hingga angkatan terbaru," ucapnya.
Di akhir perbincangan, seluruh narasumber mengajak alumni SMP Negeri 9 Surabaya yang belum bergabung agar tidak ragu menjadi bagian dari Ikasongo. Mereka menegaskan organisasi ini terbuka bagi seluruh alumni untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan manfaat melalui berbagai program.
"Jangan sungkan bergabung. Banyak manfaat yang bisa diperoleh, mulai dari jaringan persaudaraan, koperasi, kegiatan sosial, hingga kesempatan berkontribusi bagi almamater. Semoga Ikasongo terus menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni SMP Negeri 9 Surabaya," kata Sandi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....